Berita

konvensi rakyat

Politik

Giliran Ibukota yang Disapa Tujuh Capres Konvensi Rakyat

SELASA, 11 MARET 2014 | 09:14 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kini giliran Ibukota Negara, DKI Jakarta yang akan disapa tujuh peserta calon presiden Konvensi Rakyat. Agenda debat publik Capres Rakyat di Jakarta ini memasuki putaran keenam, setelah enam kota yang dilalui, yakni di Surabaya, Medan, Balikpapan, Makassar, dan Bandung.

Ketua Komite Konvensi Rakyat, Salahuddin Wahid (Gus Solah), menjelaskan, debat publik akan digelar besok (Rabu, 12/3) pukul 09.00 hingga 13.00 WIB di Balai Sudirman, Jl. Dr. Saharjo 268, Jakarta.

Sebagai Panelis ada empat tokoh nasional yang dihadirkan, mereka adalah; pakar etika politik dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis Suseno, budayawan Jaya Suprana, pengamat politik-militer Salim Said, dan Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin.


Menurut Gus Solah, selama ini, acara debat publik tersebut selalu mendapat perhatian besar, baik dari masyarakat maupun para pendukung ketujuh kandidat Capres Rakyat. Lebih jauh adik kandung Gus Dur ini menjelaskan, kegiatan Konvensi Rakyat ini adalah upaya positif untuk memberi pendidikan politik dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya proses menjaring calon pemimpin nasional. Menurutnya, Indonesia punya banyak putra bangsa yang baik dan perlu diperkenalkan secara luas kepada masyarakat untuk dinilai dan disaring.

"Kami juga berharap media bersedia menyebarkan informasi tentang Konvensi Rakyat sehingga masyarakat kian peduli terhadap proses memilih calon pemimpin nasional," ujarnya.

Tujuh kandidat Capres Rakyat, Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua Dewan Syura Partai Bulan Bintang, Rizal Ramli sebagai mantan Menko Perekonomian, Isran Noor kini menjabat Bupati Kutai Timur, Prof Sofjan Siregar Rektor Islamic University of Rotterdam, Belanda, Anni Iwasaki aktivis perempuan, Ricky Sutanto aktivis pemberdayaan masyarakat dan Tony Ardi sebagai mantan aktivis senior. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya