Berita

PDIP Ogah Tunjuk Jumhur Hidayat Jabat Menakertrans

SENIN, 10 MARET 2014 | 22:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Langkah Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat mendukung PDIP pada Pemilu 2014 diduga sebagai jalan agar dirinya bisa menduduki kursi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Keputusan tersebut diambil Jumhur didasari keyakinan banteng moncong putih akan menang pemilu dan menguasai pemerintahan.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Ribka Tjiptaning menilai, karakteristik Jumhur memang demikian. Jumhur memang kerap kali berpindah haluan dari partai satu ke partai lainnya.

"Ya mau bagaimana lagi, sifat dari Jumhur memang begitu. Dulu kan pernah sempat koar-koar dan mengancam revolusi rakyat menurunkan pemerintahan dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana. Tak lama ditawari jabatan jadi Kepala BNP2TKI. Terus mana revolusinya?" sindir Ribka saat dikonfirmasi (Senin, 10/3).


Ribka heran dan mempertanyakan sikap Jumhur yang secara tiba-tiba mendukung PDIP menjelang pemilu yang tinggal hitungan hari. Dia mensinyalir Jumhur menginginkan jabatan tertentu dalam pemerintahan nanti.

"Dalam survei-survei perolehan suara PDIP memang selalu unggul, mungkin saja Jumhur tertarik mendukung kita karena itu. Tapi, saya memang tidak heran lagi sifat Jumhur memang seperti itu," ujarnya.

Terkait mengicar jabatan Menakertrans, Ribka menegaskan bahwa banyak kader PDIP yang unggul dan mengerti di bidang ketenagakerjaan. Dia menilai, lebih baik PDIP mengambil kader yang memang sudah teruji kesetian dan dibesarkan oleh PDIP.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya