Berita

ilustrasi/net

Selandia Baru Perkuat Hubungan Bilateral Indonesia Lewat Beasiswa Pendidikan

SENIN, 10 MARET 2014 | 14:09 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Dalam rangka mempererat hubungan kerjasama bilateral, Selandia Baru membuka program beasiswa pendidikan untuk pelajar Indonesia. Kuota sebanyak 50 orang diberikan bagi para pencari gelar master dan doktoral Indonesia di tahun ini.

Direktur Education New Zealand (ENZ) untuk Wilayah Asia Tenggara, Izak Human, menyatakan bahwa Selandia Baru menganggap pelajar Indonesia merupakan elemen penting yang memperkuat hubungan kedua negara. Pendidikan, lanjutnya, juga telah memainkan peran utama dalam membentuk hubungan bilateral itu.

"Kami menawarkan paket lengkap, kualitas pendidikan yang tinggi, pengalaman belajar, dan gaya hidup yang menyenangkan," ujarnya dalam dalam konferensi pers di Sentra Senayan II, Jakarta (Senin, 10/3).


Human juga menegaskan bahwa sesuai dengan kebijakan yang baru, para pelajar diperbolehkan untuk bekerja sampingan sebanyak yang mereka kehendaki. Pelajar penerima beasiswa, sambung Human, juga akan mendapat fasilitas tambahan berupa pelatihan bahasa Inggris secara intensif.

"Pelajar diperbolehkan bekerja hingga 20 jam per minggu di masa belajar dan 40 jam per minggu semasa liburan," tambah Human.

Untuk mempromosikan kerjasama pendidikan tersebut, ENZ yang merupakan badan pemerintah Selandia Baru yang bertugas untuk  mempromosikan dan mewakili pendidikan negara di tenggara Australia itu secara internasional, berencana menggelar pameran pendidikan Selandia Baru di Hotel Grand Hyatt, Jakarta pada Minggu (16/3).

Dikatakan oleh Manajer Pemasaran ENZ Yenny Chen, acara tersebut sedianya akan dibuka secara langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Ketrampilan dan Ketenagakerjaan Hon Steven Joyce.

"Acara yang sama juga dihelat di Surabaya, tepat satu hari sebelum di Jakarta digelar," ujarnya.

Sementara itu, pendaftaran untuk mengikuti program New Zealand ASEAN Scholarship ini akan ditutup pada 22 April 2014. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya