Berita

keluarga Surti Dahlia/net

Dunia

MAS HILANG

Keluarga Perempuan Batak WN Belanda Segera ke Malaysia

SENIN, 10 MARET 2014 | 11:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Selain tujuh warga negara Indonesia yang terdapat di manifes pesawat Malaysia Airlines (MAS) yang hilang dalam perjalanan dari Malaysia menuju China Sabtu dinihari (8/3), ternyata ada satu warga negara Belanda berdarah Batak, Surti Dahlia, perempuan bermarga Simanjuntak.

Pihak keluarga Surti Dahlia (50) di Medan, Sumut, mengaku sudah dihubungi langsung pihak Malaysia Airlines bahwa Surti termasuk dalam daftar manifes nomor 130 penerbangan MH 370.

"Kami sudah mendapat dua kali telepon dari pihak Malaysia. Pertama tadi malam, yang kedua pagi ini,"  ujar keponakan Surti, David Simanjuntak sat ditemui di rumahnya, Jalan Bajak II Gang Panca No 73, Medan, kemarin.


Menurutnya, saat ini pihak keluarga berencana akan terbang ke Malaysia untuk melihat perkembangan di sana.

"Kita akan terbang ke Malaysia untuk mengatahui perkembangan penemuan keluarga kami. Saat ini kami masih mengurus dokumen-dokumen, setelah selesai kami akan segera berangkat," tandas David seperti dilansir dari MedanBagus.com.

Pesawat maskapai Malaysia Airlines hilang kontak setelah terbang dari Kuala Lumpur pada pukul 00.40 (Sabtu, 8/3). Kontak hilang diperkirakan pada pukul 02.40 waktu setempat, atau dua jam setelah lepas landas. Pesawat B777-200 yang terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China ini awalnya diperkirakan akan tiba pukul 06.30.

Para penumpang pesawat itu terdiri 152 warga China, 38 warga Malaysia, tujuh Indonesia, lima India, tujuh Australia, tiga Prancis, tiga Amerika Serikat, dua New Zealand, dua Ukraina, dua Kanada, satu Rusia, satu Italia, satu Taiwan satu Belanda dan satu Austria.

Berikut nama dan usia tujuh penumpang asal Indonesia: Firman Siregar (pria/25 tahun), Ferry Indra Suadaya (pria/42), Herry Indra Suadaya (pria/35), Sugianto (pria/47), Indra Suria Tanurisam (pria/57), Chynthya Tio Vinny (wanita/47), dan Willy Surijanto Wang (pria/53). [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya