Berita

foto:net

Dunia

Indonesia Kirim Lima KRI Bantu Pencarian Pesawat Malaysia Airlines

SENIN, 10 MARET 2014 | 07:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintah Indonesia telah mengirim lima Kapal Republik Indonesia (KRI) guna mendukung pencarian dan pertolongan terhadap hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370, Sabtu dinihari (8/7).

Lima KRI itu adalah KRI Sutanto-377, KRI Krait-827, KRI Matacora-823, KRI Tarihu-829, KRI Siribua-859, dan 1 Pesawat intai maritim.

"TNI AL juga telah mengirim pasukan khusus untuk SAR," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Untung Suropati kemarin, Minggu (8/3).


Menurut Untung, kelima KRI dan satu pesawat intai itu sudah berangkat sejak Minggu pagi kemarin, dan diperkirakan telah tiba di lokasisekitar pukul 10.0 - 11.00. "Saya dikabari kapal-kapal kita sudah melintasi garis batas utara Selatan Malaka," terangnya.

Untung Suropati menyebutkan, Indonesia bergabung dengan lima negara lainnya, yakni RRC, Vietnam, Singapura, Filiphina, dan Amerika Serikat untuk mencari pesawat Malaysia Airlines.

Seperti dilansir dari situs resmi Setkab RI, Menko Polhukam, Djoko Suyanto mengatakan, Panglima Tentara Malaysia telah berkomunikasi dan meminta bantuan kepada pemerintah RI melalui Panglima TNI, KSAL daan KSAU untuk dukungan pencarian dan pertolongan.

Menurut Menko Polhukam, TNI telah merespon permintaan itu dengan baik, dan segera deploy untuk perbantuan SAR. ”Unsur-unsur TNI yang akan terlibat nantinya akan berkoordinasi dengan otoritas Malaysia,” ungkap Djoko.

Pesawat maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 hilang kontak setelah terbang dari Kuala Lumpur pada pukul 00.40 (Sabtu, 8/3). Kontak hilang diperkirakan pada pukul 02.40 waktu setempat, atau dua jam setelah lepas landas. Pesawat B777-200 yang terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China ini awalnya diperkirakan akan tiba pukul 06.30. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya