Berita

Ali Masykur Bayangi Jokowi dan Priyo Budi untuk Capres Pilihan Anak Muda‬

MINGGU, 09 MARET 2014 | 21:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PolComm Institute menilai Pilpres 2014 dapat sebagai momentum capres muda berlaga di ajang pemilihan presiden. Dalam hasil survei Polcomm, nama Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa membayangi elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Jokowi dan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

"Setelah Jokowi dan Priyo ada nama Ali Masykur Musa yang mendapatkan elektabilitas 10,3 persen," kata Direktur PolComm Institute Heri Budianto di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (9/3).

Jokowi sendiri memiliki tingkat keterpilihan 22,9 persen, sedangkan Priyo Budi Santoso sebesar 16,3 persen. Selanjutnya, berurutan ada nama Gita Wirjawan (10,1 persen), Anies Baswedan (8,3 persen), Anis Matta (3,2 persen), Ahmad Heryawan (3,1 persen), Puan Maharani (2,3 persen), dan Dino Patti Djalal (2,2 persen).


Menanggapi nama Ali Masykur Musa yang berada di urutan ketiga, Heri mengatakan bahwa hal ini sangat mungkin terjadi, karena dari hasil survey didapatkan kesimpulan bahwa Ali dikenal sebagai tokoh muda Nahdlatul Ulama yang juga mempunyai kiprah kepemimpinan di lembaga tinggi negara.

"Jangan dilupakan, Ali Masykur adalah tokoh muda NU dan memiliki basis dukungan riil dari kaum Nahdliyin," terang Heri.

Metode survei dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 1.200 orang pemilih muda, dengan rentang usia 17-29 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan wawancara langsung di 33 Ibukota Provinsi di Indonesia. Margin of error dalam survei ini sebesar 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar: 96 persen. Survei ini sendiri dilakukan pada 24 Februari sampai 4 Maret 2014.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya