Berita

Politik

JK: Mau Menang, Tiru Gus Dur dan Jokowi

MINGGU, 09 MARET 2014 | 15:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jusuf Kalla mengkritisi cara-cara yang ditempuh para calon legislatif dalam mengenalkan diri ke pemilih untuk bisa memenangi pemilihan 9 April mendatang.

Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menilai cara-cara sepertu menebar baligho, memasang gambar di tempat-tempat umum dan membagikan kartu nama, kurang efektif dilakukan karena masyarakat akan kesulitan mengingat satu persatu foto-foto kampanye tersebut.

"Untuk menang dalam pemilu kebanyakan menggunakan cara yang sama, buat baligho, pasang gambar dan bagi kartu nama. Hitungan saya, dalam satu dapil ada 1600 foto, bagaimana rakyat bisa ingat dan memilihnya," kata JK, demikian Jusuf Kalla disapa, dalam acara Pembekalan Caleg Golkar Se-Sulawesi Selatan, di Makassar, Minggu (9/3).


JK menyarankan para caleg untuk mengikut jejak Mantan Presiden Gus Dur dan Gubernur Jakarta Jokowi. Menurut JK, Gus Dur dan Jokowi dicintai dan diidolakan oleh rakyat karena dua-duanya dekat dengan rakyat. Keduanya mampu turun langsung menyapa rakyat, memberikan sesuatu yang nyata bukan bayang-bayang semata.

JK menegaskan, caleg yang tidak pernah turun ke masyarakat merupakan caleg yang hanya menjadi bayang-bayang saja di masyarakat, sehingga sulit untuk diingat apalagi dipilih.

"Kenapa Gus Dur dan Jokowi diidolakan rakyat? Karena mereka dekat dengan rakyat. Rakyat butuh yang nyata, bukan bayang-bayang saja," tukasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya