Berita

Mahasiswa: Capres Konvensi Rakyat Unggul

SABTU, 08 MARET 2014 | 18:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hal lain yang tersisa dari debat Konvensi Demokrat dan Konvensi Rakyat di Universitas Indonesia di Salemba, Jakarta, kemarin (Jumat, 7/3) adalah pandangan dan penilaian mahasiswa yang hadir menyaksikan ajang langka itu.

Menurut Rahmat Santoso, misalnya, capres dari Konvensi Rakyat terlihat lebih unggul dibandingkan capres Konvensi Demokrat.

"Mereka memaparkan visi, ide, gagasan, dan track record. Dari sini juga tergambar bagaimana karakter dan kompetensinya. Sebaliknya para Capres Konvensi Demokrat lebih banyak berwacana. Sepertinya paparannya bagus, tapi itu masih busa-busa sifatnya. Belum teruji. Menurut saya, skornya 3-1 untuk Konvensi Rakyat,” ujar mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK-UI) semester 6 ini.


Hal senada disampaikan mahasiswi FK-UI, Yulis Rahmawati.

"Mungkin karena di sana (Konvensi Rakyat) ada Pak Rizal Ramli dan Profesor Yusril yang punya jam terbang di birokrasi. Kedua tokoh ini lebih menguasai persoalan berikut solusi-solusi yang ditawarkannya. Skornya, 3-1 untuk capres Konvensi Rakyat,” kata Yulis Rahmawati.

“Menurut saya, Anis dan Ali Masykur tampil cukup bagus. Gagasan bidang pendidikan yang disampaikan Anis lumayan clear. Mungkin karena dia rektor, jadi paham persoalan. Sedangkan sikap Ali yang berpihak pada subsidi bagi rakyat, jelas sangat berseberangan dengan paham para elit Partai Demokrat tempat dia ikut konvensi. Sementara dari kubu Konvensi Rakyat, Rizal Ramli dan Yusril juga bagus. Skornya 2-2 lah,” tukas Hermanto, karyawan perusahaan swasta di bilangan Thamrin yang datang untuk menyaksikan debat.

Dalam debat itu, Rizal Ramli, misalnya, mengatakan rakyat dan elit selama ini dicekoki doktrin bahwa untuk membangun negeri mutlak diperlukan utang. Doktrin ini pula yang selama puluhan tahun dipompakan kepada para mahasiswa, khususnya yang di fakultas ekonomi.

“Ini adalah doktrin yang menyesatkan. Banyak negara yang bisa bangkit dan maju tanpa utang. Jepang, Korea, dan China adalah contoh nyata, bagaimana mereka bisa maju dan menjadi kekuatan ekonomi dunia tanpa utang," katanya.

"Indonesia juga bisa membangun tanpa utang. Kita bisa membangun melalui kebijakan dan keberpihakan. Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang, bukan bangsa pecundang. Caranya gampang. Pilih Rizal Ramli menjadi presiden. Insya Allah saya akan membawa Indonesia menjadi negara maju yang digdaya dan rakyatnya sejahtera,” demikian mantan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan ini. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya