Berita

anis matta/net

Politik

Pendukung Anis Matta Akan Bagikan Buku ke 100 Tokoh Nasional

SABTU, 08 MARET 2014 | 13:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Gen-AMPM (Anis Matta Pemimpin Muda) DKI Jakarta makin gencar mengenalkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, kepada kalangan masyarakat secara luas sebagai calon presiden RI.

Dalam waktu sebulan ke depan, AMPM DKI Jakarta siap membagikan seratus buku Gelombang Kebangkitan Sejarah Indonesia kepada kalangan akademisi, tokoh masyarakat dan tokoh nasional Indonesia.

"Kami sudah menyiapkan seratus buku untuk dibagikan secara gratis kepada akademisi, tokoh masyarakat dan tokoh nasional Indonesia. Ini bagian ikhtiar kami untuk memperkenalkan  pemikiran cemerlang Anis Matta sebagai tokoh muda yang diharapkan memimpin Indonesia lima tahun mendatang," jelas Koordinator Gen-AMPM DKI Jakarta, Maulfy Sanaullah, lewat pernyataan persnya, Sabtu (8/3)
 

 
Dalam pandangan Maulfy, pembagian buku merupakan kampanye intelektual untuk mencerahkan masyarakat luas. Pembagian buku juga merupakan upaya Anis Matta untuk berkampanye cerdas dan subtansial, bukan kampanye tanpa gagasan yang berujung politik transaksional dan membodohi masyarakat.

"Kami meyakini Anis Matta dapat menjadi pelopor kampanye yang berisi transaksi gagasan, bukan transaksional berbentuk uang. Saya optimis ini menjadi budaya baru dalam demokrasi kita ke depan," terangnya.

Maulfy menambahkan, buku Gelombang Ketiga Sejarah Kebangkitan Indonesia sudah dirilis kepada masyarakat luas pada Maret 2014 tepatnya pada ajang Islamic Book Fair 2014 di Istora Senayan, Jakarta. Buku ini menceritakan perjalanan sejarah Indonesia yang dibagi dalam tiga gelombang yakni menjadi Indonesia, menuju negara bangsa modern dan the next Indonesia.

"Beberapa tokoh nasional bersiaplah menyambut gelombang ketiga sejarah Indonesia. Kami akan mendatangi Anda, dan marilah kita sambut perjalanan baru dalam sejarah Indonesia dengan penuh optimisme, kobarkan semangat Indonesia," jelasnya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya