Berita

Michael Schumacher/afp

Dunia

Dokter: Hanya Keajaiban yang Bisa Selamatkan Schumi

SABTU, 08 MARET 2014 | 13:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Keluarga dari legenda balap mobil F1, Michael Schumacher, telah dikabarkan oleh tim dokter mengenai adanya harapan sembuh mantan pembalap dunia bernama tenar Schumi itu.

Namun, seperti dilansir Daily Mail pada Jumat (7/3), tetap saja dokter menyebut bahwa hanya keajaiban yang dapat menyelamatkannya.

Penyandang tujuh gelar grand prix tersebut telah terbaring koma untuk jangka waktu lebih dari dua bulan setelah mengalami luka otak akibat kecelakaan ski pada 29 Desember tahun lalu.


Berita resmi mengenai kondisi Schumi saat ini sangat minim, namun tim manajemen Schumi yang dipimpin oleh jurubicaranya, Sabine Kehm, bersikeras menyatakan bahwa Schumi tetap sadar selama fase pengobatannya.

Minggu ini adalah salah satu momen vital bagi Schumi setelah dua bulan lebih dalam keadaan koma. Fungsi otaknya diperlambat sehingga memungkinkannya untuk sembuh lebih cepat. Dokter yang merawatnya berharap Schumi dapat memberikan tanda bahwa ia menyadari lingkungan sekitarnya. Tim dokter menyebut bahwa mereka menanti tanda yang lebih dari kedutan saraf refleks, seperti gerakan kelompak mata atau gerakan jari.

Dalam perawatannya, setiap tiga kali sehari sendi dan otot Schumi dipijat untuk mencegah atrophia atau terhentinya pertumbuhan serta luka akibat terlalu lama di tempat tidur.

Namun kondisi koma yang dialami Schumi telah menekan refleksnya untuk menelan, persepsi nyeri, serta dorongan pernafasannya. Sehingga ia harus dipantau ketat untuk mengetahui apakah hal-hal tersebut dapat dilakukannya secara alami.

Para pakar menyebut bahwa hal tersebut bisa jadi risiko terbesar dari yang dialami Schumi. Ia dikhawatirkan mengalami pneumonia akibat kurangnya mekanisme menelan, yang membuat air liurnya masuk ke paru-paru dan memicu gangguan pernafasan yang berpotensi merenggut nyawanya.

Selain itu, untuk menjaga aliran darahnya tetap lancar, posisinya secara teratur dibalikkan dan kadang ditegakkan berdiri beberapa kali. Schumi sendiri dibaringkan di atas kasur berisi udara khusus untuk mencegah luka akibat tekanan. [ald]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya