Berita

Indonesia Serahkan 5 Traktor Tangan untuk Gambia

SABTU, 08 MARET 2014 | 01:05 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menyerahkan bantuan berupa lima unit traktor tangan kepada Kementerian Pertanian Gambia di Afrika.

Kelima traktor itu diserahkan Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Inovasi dan Teknologi, Mat Syukur, kepada Permanent Secretay Kemtan Gambia, Mr. Ebrima Jawara, di Banjul, Gambia.

Menteri Pertanian Gambia, Solomom Owens, Dubes RI untuk Gambia, Andradjati, dan sejumlah pejabat di Kementan Gambia menghadiri kegiatan itu.


Dalam sambutannya, Mentan Gambia mengucapkan terima kasih atas bantuan traktor tangan tersebut. Ia juga mengapresiasi dukungan Indonesia yang berkesinambungan terhadap pembangunan sektor pertanian Gambia serta berharap kerjasama pertanian kedua negara ke depan dapat meningkat ke level yang lebih tinggi.

Adapun Staf Ahli Mentan RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud tali persaudaraan yang dekat antara Indonesia dan Gambia dan bagian dari penguatan kerjasama bilateral dalam kerangka kerjasama selatan-Selatan.

Penyerahan lima traktor tangan di Gambia tersebut merupakan bagian dari bantuan 50 unit traktor tangan Indonesia kepada tujuh negara Afrika di kawasan Sub Sahara, yaitu Senegal, Tanzania, Ethiopia, Kenya, Zimbabwe dan Mozambique.

Kunjungan ke Gambia juga digunakan delegasi Indonesia bertemu dengan Dirjen National Agriculture Research Institute Gambia, dan kunjungan ke Agricultural Rural Farmers Training Center (ARFTC) di Jenoi, Gambia. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya