Berita

UI: Debat Capres Konvensi Rakyat Vs Capres Konvensi Demokrat Memberi Banyak Manfaat

JUMAT, 07 MARET 2014 | 01:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dewan Guru Besar dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia melakukan terobosan bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Untuk pertama kalinya, Dewan Guru Besar UI akan mempertemukan dalam satu forum, tiga peserta Konvensi Rakyat dan tiga peserta Konvensi Partai Demokrat.

Menurut anggota Dewan Guru Besar UI, Effendi Gozali, diskusi atau debat antara beberapa peserta Konvensi Rakyat dan Konvensi Partai Demokrat akan mengingatkan kita pada proses konvensi yang sebenarnya terjadi di banyak negara maju.

"Ini akan banyak memberi manfaat bagi rakyat untuk menilai sikap para capres dalam membela kepentingan rakyat sesuai topik, yakni Ekonomi dan Kesejahteraan," ujar Effendi kepada wartawan (Kamis, 6/3).


Dialog sendiri akan digelar siang ini (Jumat, 7/3) pukul 13.00-16.00 WIB di Auditorium Fakultas Kedokteran UI Salemba.

Tadinya Dewan Guru Besar UI akan memanggil calon presiden dari masing-masing konvensi. Namun, kata Effendi, setelah berdiskusi dan rapat internal diputuskan untuk mempertemukan kedua konvensi dalam satu forum.

"Dewan Guru Besar menilai forum akan lebih ramai dan monumental jika bisa mengundang dan mempertemukan calon dari Konvensi Rakyat dan Konvensi PD," katanya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya