ilustrasi/net
ilustrasi/net
Di saatu sisi, pernyataan ini mau "mengangkat" Megawati yang memiliki otoritas dalam menentukan capres PDI Perjuangan. Di saat bersamaan, pernyataan ini mau "menjatuhkan" Jokowi yang memiliki elektabilitas yang sangat tinggi, dan di atas ARB.
"Di sisi lain, pernyataan itu berusaha melihat reaksi elite PDIP terhadap statetment yang dikeluarkan. Nah, kalau sampai elite PDIP terpancing bisa semakin membuat rumit kondisi internal PDIP, yakni promega dan projo," kata Direktur Political Communications Institute Unversitas Mercu Buana, Heri Budianto, saat dihubungi wartawan di Jakarta (Kamis, 6/3).
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Kamis, 16 April 2026 | 13:50
UPDATE
Jumat, 24 April 2026 | 16:14
Jumat, 24 April 2026 | 15:44
Jumat, 24 April 2026 | 15:38
Jumat, 24 April 2026 | 15:31
Jumat, 24 April 2026 | 15:24
Jumat, 24 April 2026 | 15:13
Jumat, 24 April 2026 | 14:46
Jumat, 24 April 2026 | 14:43
Jumat, 24 April 2026 | 14:17
Jumat, 24 April 2026 | 14:16