Berita

Hambit Bintih/net

Hukum

Bupati Gunung Mas Ketakutan Dengar Pernyataan Akil Mochtar

KAMIS, 06 MARET 2014 | 17:57 WIB | LAPORAN:

Bupati Gunung Mas Provinsi Kalimantan Tengah nonaktif, Hambit Bintih kaget dan ketakutan saat bertemu dan mendengarkan pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar di rumah dinasnya, Kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Adapun ketakutannya adalah mengenai pernyataan Akil yang menyebutkan bahwa "berat ya kasus Pilkada Gunung Mas, biasalah kalau incumbent itu curang".

Hal itu diutarakan Hambit saat membacakan nota pembelaan alias pledoi pribadinya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/3).

"Pernyataan dari bapak Akil tidak saja mengejutkan dan menakutkan saya seperti kalimat "berat ya kasus Gunung Mas, biasalah incumbent itu curang" pernyataan seperti itu yang datang dari seorang ketua MK tentu memiliki pengaruh psikologis yang luar biasa dari diri saya," terang dia.


Hambit mengaku sudah sering mendengar kabar-kabar miring mengenai adanya permainan uang dalam penanganan sengketa Pilkada di MK. Tapi, Hambit tidak mempercayainya. Dia tetap yakin bila hakim konstitusi yang bertugas untuk tujuan yang sangat mulia mengawal UU 1945 tidak mau menerima uang.

"Saya tidak begitu saja percaya dengan isu-isu untuk memenangkan pekara pemilukada di MK dibutuhkan biaya yang sangat besar agar dapat memenangkan pdalam suatu perkara," terangnya.

Namun, kepercayaan Hambit seakan-akan sirna setelah bertatap muka dengan Akil. Kenyataannya, Akil memang benar meminta uang sebesar Rp 3 miliar agar gugatan kemenangan Hambit oleh lawannya tidak dikabulkan. Adapun Hambit memenangkan Pilkada Gunung Mas dengan raihan suara sebesar 51 persen.

Terlebih, kata-kata Akil yang menyebutkan bahwa "nanti ya ada orang yang menghubungi" mebuat Hambit semakin yakin bahwa dia harus mempersiapkan sejumlah uang agar MK bisa mempertahankan kemenangannya sebagai Bupati Gunung Mas untuk kedua kalinya.

"Pernyataan dari seorang ketua MK tentu saja berbeda dengan ucapan yang keluar dari masyarakat biasa. Tidak mungkin pernyataan Akil Mochtar diucapkan secara jelas dalam menyampaikan maksudnya. Saya harus menerjemahkan sendiri maksud ucapan itu," terang dia.

"Saya harus memberikan sejumlah uang agar perkara pemilukada di MK dapat saya menangkan. Pengaruh dan ucapan Rusliansyah turut mempengaruhi saya juga. Apalagi dengan sms Akil pada Ibu Nisa yang diperlihatkan pada saya makin menunjukkan fakta bahwa saya tetap dikalahkan di MK apabila tidak memenuhi permintaan uang sebesar Rp 3 miliar," tandasnya. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya