Berita

maduro/net

Dalam Peringatan Meninggalnya Chavez, Maduro Putuskan Hubungan dengan Panama

KAMIS, 06 MARET 2014 | 10:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Presiden Venezuela, Nicholas Maduro, dengan tegas menyatakan pemutusan hubungan diplomatik dengan membekukan hubungan ekonomi dengan Panama.

"Saya telah memutuskan untuk memutuskan hubungan politik dan diplomatik dengan pemerintahan Panama saat ini dan membekukan seluruh hubungan perdagangan dan ekonomi mulai saat ini," kata Maduro dalam upacara peringatan satu tahun wafatnya pemimpin Hugo Chavez pada Rabu (5/3) seperti dilansir BBC.

Pernyataan Maduro tersebut disampaikannya di hadapan sejumlah pejabat asing termasuk Presiden Kuba Raul Castro, Presiden Uruguay Jose Mujica, dan Presiden Bolivia Evo Morales yang turut hadir dalam acara tersebut.


Keputusan Maduro tersebut diambil setelah pemerintah Panama mendesak digelarnya pertemuan mendesak antara anggota Organisasi Negara-negara Amerika atau Organization of American States (OAS) untuk membahan masalah yang terjadi di dalam negeri Venezuela.

Maduro menyebut, upaya Panama tersebut merupakan bagian dari upaya Amerika Serikat untuk mengintervensi masalah Venezuela dengan mengarahkan Panama untuk mengangkat masalah tersebut ke OAS.

"Ada upaya dari pemerintah Amerika Serikat sesuai dengan pemerintah antek presiden sayap kanan yang telah menciptakan kondisi untuk OAS dan badan-badan lainnya untuk melangkah menuju intervensi di negara kita," kata Maduro.

Sementara itu, seperti dilansir Russia Today, Maduro juga menyebutbahwa tindakannya memutus hubungan dengan Panama merupakan bagian dari bentuk penghormatan kepada mendiang Chavez.

"Ini adalah cara terbaik untuk menghomari komadan Chavez, dengan mempertahankan kedaulatan kita," jelasnya.

"Biarkan OAS berada pada tempatnya," kata Maduro. "Kami adalah negara cinta damai, tapi kami juga berani membela hak-hak kami," tegasnya. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya