Berita

Liz Wahl

KRISIS UKRAINA

Pembawa Acara Russia Today Mengundurkan Diri

KAMIS, 06 MARET 2014 | 10:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Liz Wahl tak mau menjadi bagian dari kepanjangan tangan rezim yang tidak menghormati prinsip-prinsip HAM.

Itu sebabnya, pembawa acara Russia Today atau RT ini memilih mengundurkan diri dari stasiun televisi yang dibiayai pemerintah Rusia itu.

Liz Wahl adalah keturunan Rusia. Keluarganya meninggalkan Rusia di zaman Uni Soviet di tahun 1956. Ayahnya adalah veteran angkatan bersejata Amerika Serikat, sementara pasangannya adalah dokter yang bekerja di pangkalan miluter AS.


"Dan itu sebabnya saya secara personal tidak dapat menjadi bagian dari jaringan yang dibiayai pemerintah Rusia yang memutihkan aksi Putin," ujarnya.

"Saya bangga menjadi warganegara Amerika dan percaya pada penyebarluasan kebenaran. Itu juga sebabnya setelah penayangan acara ini saya akan mengundurkan diri," ujarnya seperti dikutip dari CNN.

RT kelihatannya terganggu dengan cara Liz Wahl mengumumkan pengunduran diri di layar kaca.

"Ketika seorang jurnalis tidak setuju dengan posisi editorial organisasinya, biasanya aksi yang dilakukan adalah menyampaikan ketidaksetujuannya kepada editor. Dan kalau tetap tidak bisa menerima, mereka akan mengundurkan diri seperti profesional," ujar RT dalam sebuah pernyataan.

"Tetapi, ketika seseorang membuat pertunjukan publik untuk menyampaikan keputusan personal, hal itu tidak lebih dari upaya mempromosikan diri," sambung RT.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya