Berita

prabowo subianto

BEM NUSANTARA

Penolakan terhadap Prabowo Subianto Disesalkan

KAMIS, 06 MARET 2014 | 07:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tidak semua peserta pertemuan nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara setuju dengan pengusiran Prabowo Subianto di Hotel Savoy Homann, Bandung, kemarin (Rabu. 5/3). Hanya beberapa dari sekitar 150 peserta pertemuan yang menolak Prabowo.

Dalam perbincangan dengan pemimpin redaksi Rakyat Merdeka Online Teguh Santosa di Hotel Savoy Homann tadi malam (Rabu, 5/3), sejumlah peserta mengatakan penolakan dan pengusiran itu tidak memiliki dasar dan alasan yang kuat. Penolakan itu juga menciderai semangat BEM Nusantara yang ingin menggali sebanyak mungkin gagasan tokoh-tokoh nasional.

"Bagaimanapun semua peserta sudah tahu dari awal saat kegiatan direncanakan bahwa Prabowo Subianto termasuk salah seorang tokoh nasional yang diundang sebagai pembicara. Kalau tidak setuju, mengapa tidak ditolak dari saat persiapan itu," ujar salah seorang dari mereka.


"Ini perbuatan yang tidak pantas, mempermalukan tamu dan komunitas BEM Nusantara," katanya lagi.

Alasan bahwa kehadiran Prabowo dicurigai sebagai upaya untuk mempolitisir pertemuan juga dipandang tidak pas dan terlalu mengada-ada.

"Mengapa Prabowo dicurigai mau mempolitisir pertemuan, lalu ditolak? Sementara Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang bicara sehari sebelumnya disambut baik? Bukankah Aher juga (salah seorang) capres dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera)?" tanya dia lagi.

Sebagian dari peserta pertemuan nasional BEM Nusantara itu juga khawatir dinamika yang berpotensi merusak konsolidasi mahasiswa akan terus berlanjut dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya.

Setelah dari Bandung direncanakan pada bulan Mei nanti BEM Nusantara akan bertemu di Surabaya. Tahun 2015, bila tidak ada aral melintang giliran Medan yang akan menjadi tuan rumah. [guh]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya