Berita

Politik

Sulsel Gerbang Ekonomi Indonesia Timur

RABU, 05 MARET 2014 | 15:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pertumbuhan ekonomi yang dinikmati dalam satu dekade terakhir telah menempatkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar ke-16 di dunia dengan PDB mencapai Rp 9.084 triliun pada 2013. Sayangnya, pertumbuhan ekonomi masih memusat di Jawa dan Sumatera yang menguasai total 82 persen PDB Indonesia.

Hal ini menjadi keprihatinan Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa. Cak Ali, demikian dia disapa, menegaskan, selama ini Indonesia belum menjelma sebagai kekuatan ekonomi raksasa karena postur geografi Nusantara yang terdiri dari pulau-pulau belum sepenuhnya berhasil dijembatani dengan ketersediaan infrastruktur penghubung yang handal.

"Pembangunan masih memusat di Kawasan Indonesia Barat (KIB). Kue lebih banyak dinikmati Jawa dan Sumatera. Infratsruktur juga demikian," kata Cak Ali dalam lawatan ke Makassar dalam rangka Debat Bernegara Konvensi Partai Demokrat putaran ke-8 di Makassar, hari ini (Rabu, 5/3).


Ditambahkan dia, subsidi BBM sebesar 81 persen juga dinikmati oleh masyarakat Jawa-Bali dan Sumatera. Padahal produksi migas disumbang lebih besar oleh daerah lepas pantai dan laut dalam Kawasan Indonesia Timur (KIT).

Lebih lanjut Cak Ali menyatakan dukungan penuh percepatan pembangunan jalur Trans-Sulawesi untuk memperkuat keterhubungan antarprovinsi.

"Jika Sulawesi yang dilihat Sulawesi Selatan, pembangunan cukup progresif. Tetapi jika kita tengok Sulbar, Sultra, dan Gorontalo, kondisinya belum menjanjikan. Karena itu, Sulawesi Selatan harus mampu menghasilkan snowball effect pembangunan ekonomi di kawasan," harapnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya