Berita

Dunia

Lewa: Pemerintah Takluk pada Kelompok Ekstremis

RABU, 05 MARET 2014 | 06:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah melarang NGO internasional Medecins Sans Frontieres atau Doctors Without Borders beroperasi di Myanmar. MSF dianggap memberikan laporan yang tidak berimbang mengenai keadaan kelompok Muslim Rohingya di negara itu.

Tetapi kalangan NGO menilai pelarangan itu memperlihatkan ketakutan pemerintah menghadapi tekanan kelompok ekstremis dan fundamentalis Rakhine.

"Ini sungguh mengejutkan. Terutama bahwa pemerintah terlihat tunduk menghadapi permintaan protestan (kelompok nasionalis Rakhine)," ujar pendiri Arakan Project, Chris Lewa, seperti dikutip CNN.


Arakan Project merupakan salah satu organisasi yang ikut mendampingi kaum Muslim Rohingya yang mengalami penindasan di Myanmar. Disebutkan bahwa puluhan ribu orang Rohingya telah terusir dari Myanmar.

Lewa khawatir keputusan pemerintah melarang MSF menjadi semacam angin segar bagi kelompok ekstremis Rakhine. Bukan tidak mungkin, setelah MSF pemerintah akan melarang aktivitas NGO lain yang membantu kaum Muslim Rohingya.

Pekan lalu, NGO Mercy Malaysia menarik stafnya dari Rakhine karena ketegangan yang semakin meningkat di kawasan itu.

Pemerintah Myanmar tidak mengakui Rohingya sebagai salah satu dari 135 suku yang hidup di negara itu. Diperkirakan jumlah warga Rohingya antara 800 ribu hingga 1 juta jiwa. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya