Berita

Dunia

Ribuan Warga Rusia Tunjukkan Simpati dan Dukungan bagi Ukraina

SELASA, 04 MARET 2014 | 12:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Krisis yang tengah dihadapi oleh Ukraina memicu simpati warga Rusia. Ribuan orang warga Rusia pada kemarin, Senin (3/2), menggelar unjuk rasa di sejumlah kota untuk menunjukkan rasa simpati dan dukungan bagi populasi penduduk berbahasa Rusia di Ukraina dan juga untuk penyelesaian masalah di negara tersebut.

Unjuk rasa digelar di kota Novocherkassk, Bryansk, dan Belgorod. Para pengunjuk rasa mengusung slogan "Kami tidak meninggalkan orang-orang kami".

Di kota Novocherkassk, salah satu pusat perindustrian terbesar di wilayah Rostov Rusia, sekitar 7.500 orang berkumpul dan menggelar unjuk rasa dengan mengenakan pita berwarna hitam-orange, simbol dari kemenangan Rusia (Uni Soviet) di Perang Dunia II.


Para pengunjuk rasa membawa serta bendera Rusia dan sejumlah tulisan yang menunjukkan simpati serta dukungan, seperti "Tidak untuk ekstrimis", "Damai bagi Ukraina", dan "Rusia dan Ukraina: akar yang sama, kepercayaan yang sama".

Sementara itu unjuk rasa di kota Bryansk yang merupakan pusat baja dan manufaktur diikuti sekitar lima ribu orang.

Pengunjuk rasa di kota tersebut datang dari berbagai kalangan, di antaranya adalah veteran Perang Dunia II, aktivis organisasi publik, pelajar, serta guru.

Aksi tersebut digelar untuk menujukkan rasa simpati warga Rusia terhadap warga Ukraina.

"Saya simpati dengan warga Ukraina, khususnya dengan penduduk Krimea dan Sevastopol," kata penduduk Bryansky yang ikut dalam unjuk rasa, Vitaly Volvich.

"Dengan demonstrasi ini, kami memberikan harapan bagi seluruh penduduk Krimea bahwa Rusia tidak meninggalkan mereka. Kami siap untuk membantu mereka," kata mantan perwira yang pernah bertugas di Ukraina, Igor Dorokhov.

Sedangkan di kota Belgorod, unjuk rasa digelar oleh sekitar lima ribu orang.

Deputi Kepala Ruang Publik di Belgorod yang juga ikut dalam barisan pengunjuk rasa, Viktor Ovchinnikov menyebut bahwa masa depan Ukraina harus ditentukan oleh warga negaranya sendiri, bukan oleh separatisme radikal.

"Sekarang sangat penting untuk membiarkan Ukraina membuat keputusannya sendiri," katanya.

Belgorod merupakan wilayah Rusia yang berbatasan langsung dengan kota Kharkov, Ukraina. Pada Perang Dunia II, para warga negaranya berjuang bersama melawan invasi Nazi di bawah bendera Uni Soviet.

"Veteran baik dari Belgorod dan Kharkov memiliki tradisi yang panjang," kata salah seorang veteran yang ikut dalam aksi unjuk rasa.

"Kita tidak seharusnya meninggalkan mereka (warga Kharkov) dalam masalah," ujarnya seperti dilansir Russia Today. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya