Berita

Sergey Lavrov

Dunia

Ternyata Rusia Kerahkan Tentara untuk Melindungi HAM

SENIN, 03 MARET 2014 | 22:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah Rusia mengatakan keputusan negara itu mengerahkan pasukan menduduki sejumlah pangkalan militer Ukraina di Krimea didorong rasa tanggung jawab dalam melindungi HAM.

Pasukan yang dikerahkan ke negeri tetangga itu juga menjadi berperan dalam memfasilitasi rekonsiliasi antara kelompok masyarakat Ukraina khususnya di Krimea yang pro Rusia dan Pro Eropa.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov seperti dikutip dari media Rusia, RT.


Menlu Lavrov membantah semua penilaian negara Barat yang mengatakan bahwa manuver Rusia itu sebagai agresi militer yang menyalahi hukum internasional.

"Saya nyatakan sekali lagi, disini kami membicarakan tentang perlindungan warganegara kami dan saudara sebangsa kami, tentang perlindungan hak asasi manusia yang paling mendasar, yakni hak untuk hidup. Tidak ada yang lain," ujar Lavrov di depan Dewan HAM PBB di Jenewa.

Menlu Lavrov juga mengatakan Rusia tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mempeoleh tujuan geopolitik dengan menggunakan alasan perlindungan HAM. "HAM terlalu penting untuk digunakan sebagai alat tawar menawar dalam permainan geopolitik, untuk digunakan mendesakkan kepentingan seseorang. Juga terlalu penting untuk digunakan sebagai alasan di balik gerakan menggantikan regim," ujarnya lagi.

Dia juga menegaskan posisi Rusia dalam krisis politik di Ukraina belakangan ini. Pemerintahan sementara di Kiev, sebutnya, harus menjalankan tanggungjawab di bawah perjanjian yang ditandatangani tanggal 21 Februari lalu oleh Presiden Yanukovich, pemimpin oposisi, serta Menteri Luar Negeri Jerman, Prancis dan Polandia.

Karena itu ia meminta Kiev agar kembali ke kesepakatan tersebut dan menjalankan reformasi konstitusi yang disetujui lewat referandum. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya