Berita

Politik

PDIP Bisa Ditinggal Pemilih Gara-gara Kabinet Bayangan

SENIN, 03 MARET 2014 | 17:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PDIP pandai memanfaatkan stiuasi untuk tetap menjaga elektabilitasnya tetap tinggi. PDIP kini tidak lagi menggunakan nama bung karno untuk dijadikan nilai jual, tapi memanfaatkan beberapa nama kadernya yang menjadi media darling untuk terus menaikan elektabilitasnya.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Nurjaman Center For Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjama, mengomentari susunan kabinet bayangan yang dirilis PDIP beberapa waktu lalu.

Jajat menambahkan, susunan kabinet bayangan yang diumumkan PDIP beberapa waktu hanyalah skenario untuk menaikan nama PDIP. Pasalnya, ketika juru kampanye andalanya di serang kabar negatif, PDIP mencoba mengeluarkan isu dengan meluncurkan susunan kabinet bayangan untuk meredam isu tersebut.


"Tampaknya PDIP sudah pede akan mengulang kemenangan Demokrat pada pemilu 2009 lalu dengan memenangkan Pileg dan Pilpres," tegas Jajat.

Menurut Jajat, sebagai partai besar dan digadang akan menjadi pemenang dalam pemilu 2014, sebaiknya PDIP tidak salah dalam menunjuk kadernya untuk ditempatkan dalam satu jabatan tertentu. Pasalnya, kemenangan dalam Pemilu tidak berarti jika jabatan dalam kabinet berisikan orang yang tidak kompeten dibidangnya, karena tidak akan memberikan perubahan berarti bagi masyarakat.

"Pemilu 2014 merupakan ajang pemilu yang tidak biasa karena tidak ada calon incumbent. Hal ini memberikan peluang kepada semua pihak untuk mendapatkan suara yang sebanyak-banyaknya, sehingga kemungkinan untuk menjadi pemenang sangat terbuka bagi semua parpol peserta," tutup Jajat.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya