Berita

Politik

Yusril Ihza: Jokowi Presiden, Indonesia Dikendalikan Bangsa Lain

SENIN, 03 MARET 2014 | 16:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilu 2014 digelar sebentar lagi. Para capres terlihat makin gencar mengiklankan diri dan menebar keyakinan bisa terpilih. Namun, langkah serupa tidak berlaku buat Yusril Ihza Mahendra. Capres Konvensi Rakyat itu mengaku ragu bisa menang di pilpres.

"Saya tidak optimis akan terpilih menjadi presiden," kata Yusril saat debat publik kelima Capres Konvensi Rakyat di GOR Sabuga ITB, Bandung, kemarin.

Sistem rekrutmen kepemimpinan yang membuat Yusril ragu bisa menempati kursi RI 1. Menurut Yusril yang juga capres dari Partai Bulan Bintang (PBB), model rekrutmen yang berlaku saat ini yang membuat dirinya tersingkir.


"Orang-orang model saya ini akan tersingkir. Tidak mungkin, kecil kemungkinannya terpilih menjadi presiden. Orang yang populer menjadi presiden bukan seperti saya. Bukan orang yang pernyataan-pernyataannya intelektual seperti mereka yang disamping kita ini," kata Yusril menunjuk enam kandidat capres konvensi rakyat yang ikut debat.

"Sekarang orang yang populer dan laku menjadi presiden orang yang wajahnya wong deso, yang lugu, yang kalau ditanya jawabnya: 'wong saya aja nggak ngerti'. Sayangnya, saya ini walaupun orang kampung tampang tidak wong deso," sambung Yusril.

Meski tidak menyebut siapa capres yang sedang dimaksud, tapi sudah bisa diterka arah sentilan Yusril tersebut. Capres wong deso yang dimaksud Yusril adalah Joko Widodo alias Jokowi. Di banyak kesempatan Jokowi memang sering menyatakan "nggak mikir", "wong saya aja nggak ngerti" dan sejenisnya.

"Kalau seperti ini pemimpin kita kedepan, bangsa ini akan mudah didikte dan dikendalikan oleh bangsa-bangsa lain," demikian Yusril.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya