Berita

foto: net

Survei Demokrat Juara Tiga Prakondisi Muluskan Skenario Curang?

SENIN, 03 MARET 2014 | 09:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Riset Saeful Mujani Research and Consulting (SMRC) menempatkan elektabilitas Partai Demokrat di urutan ketiga dari 12 partai politik peserta pemilu 2014. Namun riset yang diungkap ke publik pertama kali oleh Presiden SBY itu diragukan kebenaranya. Riset ditengarai sengaja dibesar-besarkan ke publik 36 hari jelang penyelenggaraan pileg sebagai jalan untuk memuluskan kecurangan yang akan dilakukan.

"Sangat tidak masuk akal Partai Demokrat masih bisa menempati urutan ketiga. Kami khawatir berita bahwa Partai Demokrat di urutan ketiga hasil survei pada pemilu 2014 merupakan prakondisi ingin melakukan kecurangan," ujar Aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Ahmad Kasino kepada redaksi tadi malam (Minggu, 2/3).

Menurut dia, perolehan suara Partai Demokrat jeblok seiring menurunnya tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah SBY. Publik menganggap presiden SBY tidak berhasil mensejahterakan rakyat.


Konflik internal Partai Demokrat yang mengakibatkan banyak kader partai hengkang, tambah Kasino, variabel lain yang menguatkan suara bintang mercy anjlok drastis. Para kader yang hengkang tersebut tentu tidak akan tinggal diam untuk merusak Partai Demokrat dari luar.

Selain kedua hal itu, keterpilihan Demokrat bakal terjun bebas karena persoalan korupsi yang menjerat banyak kadernya. Kasus elit Demokrat mulai dari Nazarudddin, Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh, Hartati Murdaya, Anas Urbaningrum, tentu saja membuat citra partai sangat buruk di mata rakyat. Belum lagi ditambah pemberitaan keterlibatan politis Demokrat lainnya dalam perkara korupsi yang belakangan muncul ramai seperti Edhie Baskoro Yudhoyono, Sutan Bhatoegana dan Jero Wacik.

"Dari variabel-variabel ini tidak mungkin Partai Demokrat akan mendapat suara yang signifikan apalagi sampai urutan ketiga. Kalau pemilu dilaksanakan dengan jujur dan adil, maka Partai Demokrat akan terjun bebas dan terancam tidak masuk parlementary threshold. Bukankah begitu hukuman rakyat buat partai yang tidak amanah," demikian Kasino.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya