Berita

Dunia

Ukraina: Rusia Sudah Deklarasikan Perang

MINGGU, 02 MARET 2014 | 23:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketegangan di kawasan utara Laut Hitam semakin memans. Pemerintahan sementara di Ukraina menilai pengerahan tentara oleh Rusia ke republik otonomi Krimea yang merupakan bagian dari teritori Ukraina adalah deklarasi perang.

Pemerintah sementara Ukraina telah mengaktifkan pasukan cadangan mereka untuk menghadapi eskalasi ketegangan yang semakin tinggi. Dikhawatirkan dalam waktu yang tidak lama lagi kedua negara akan terlibat dalam perang.

Jurubicara Kementerian Pertahanan Ukraina, Vladislav Seleznyov, kepada CNN mengatakan bahwa tentara Rusia telah menduduki tiga pangkalan militer Ukraina di Krimea, kendati tidak terjadi kontak senjata dengan tentara Ukraina.


"Ini adalah red alert. Ini bukan ancaman lagi. Ini sesungguhnya adalah deklarasi perang terhadap negara kami," ujar Perdana Menteri Sementara Ukraina, Arseniy Yatsenyuk.

Dalam pernyataan yang dipancarluaskan televisi Ukraina dari Kiev, dia meminta agar Presiden Rusia Vladimir Putin menarik pulang tentara-tentara Rusia yang diturunkan di wilayah Ukraina.
Dia meminta Putin mematuhi hukum internasional.

"Kami sekarang berada di tepi bencana," ujarnya lagi. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya