Berita

ilustrasi

Olahraga

Akhirnya FIFA Ijinkan Jilbab di Lapangan Bola

MINGGU, 02 MARET 2014 | 23:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Badan sepakbola dunia, FIFA, akhirnya melenturkan aturan mengenai penggunaan penutup kepala dalam pertandingan sepakbola. Dalam pertemuan tahunan Dewan Asosiasi Sepakbola Dunia (IFAB) yang digelar di Zurich, Jerman Sabtu kemarin (1/3), FIFA mengijinkan pemain sepakbola pria dan wanita mengenai penutup kepala ketika bertanding.

Keputusan ini diambil setelah Dewan mempelajari dengan sungguh-sungguh periode pengujian terhadap isu ini yang dimulai Juli 2012. Permintaan agar FIFA menguji aturan ini disampaikan Zhang Jilong dari Federasi Sepakbola Asia pada Januari 2012.

"IFAB menyetujui modifikasi terhadap Hukum 4 Mengenai Kelengkapan Pemain, khususnya aturan yang mengenai bahwa kini pemain pria dan wanita boleh mengenakan penutup kepala," demikian diumumkan FIFA dalam situs resmi mereka.


FIFA mengatakan, setelah dua tahun mengamati dan membahas isu ini, disepakati bahwa tidak ditemukan alasan untuk melarang pemain mengenai penutup kepala dalam pertandingan.

Tahun 2007 FIFA sempat melarang penggunaan penutup kepala dalam pertandingan dengan alasan dapat mengganggu keselamatan pemain. Namun, alasan itu menuai kontroversi.

Di tahun 2011, kesebelasan wanita Iran menolak pertandingan kualifikasi dengan Jordania karena dilarang mengenakan jilbab.

Sikap FIFA semakin melunak setelah pada Juli 2013 Federasi Sepakbola Kanada meminta FIFA mengijinkan pemain pria mengenekan turban. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya