Berita

tentara rusia di KRIMEA/net

Dunia

Rusia Sudah Duduki Tiga Pangkalan Militer Ukraina!

MINGGU, 02 MARET 2014 | 18:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintahan baru di Ukraina yang masih labil mengerahkan pasukan untuk menghadapi Rusia hari Minggu (2/3). Di saat bersamaan Menteri Pertahanan Ukraina mengakui sangat kecil kemungkinan mereka bisa menghadapi negeri tetangga yang memiliki kemampuan begitu besar.

Ketegangan di antara kedua negara semakin meningkat.

Sejauh ini Rusia telah menempatkan pasukan mereka yang tidak dapat diidentifikasi di tiga pangkalan militer Krimea. Tentara Ukraina di ketiga pangkalan itu diminta menyerahkan diri dan meletakkan senjata.


Begitu disampaikan Vladislav Seleznyov, jurubicara Kementerian Pertahanan Ukraina kepada CNN.

Dalam pembicaraan via telepon dengan CNN, Seleznyov mengatakan tentara Rusia memblokadi akses menuju pangkalan militer. Sejauh ini, sebutnya tidak ada kontak senjata antara kedua pasukan itu.

Krimea adalah republik otonomi di bawah Ukraina. Sebagian penduduk Krimea adalah suku Rusia dan memilih sikap pro Rusia. Beberapa waktu belakangan ini sikap masyrakat Ukraina secara umum terbelah. Sebagian pro Rusia dan sebagian lagi pro Eropa.

Tentara Ukraina, sambung Seleznyov, tetap melindungi dan mempertahankan Ukraina. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya