Berita

Viktor Yanukovych/net

Dunia

Presiden Ukraina Malu Tak Mampu Jaga Stabilitas Negara

SABTU, 01 MARET 2014 | 10:28 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Presiden Ukraina yang baru saja mundur dari jabatannya, Viktor Yanukovych membantah bahwa Ia digulingkan.

Dalam konferensi persnya di Rusia Jumat (28/2), Yanukovych mengaku terpaksa melarikan diri untuk menghindari ancaman.

"Saya berniat untuk melanjutkan perjuangan untuk masa depan Ukraina. Saya dipaksa untuk meninggalkan Ukraina karena ada ancaman langsung terhadap hidup saya, orang terdekat dan orang-orang yang saya sayangi. Tidak ada yang menggulingkan saya," katanya, seperti dikabarkan CNN (Sabtu, 1/3).


Yanukovych mengatakan dirinya malu karena tidak mampu mempertahankan stabilitas di negaranya .

"Saya ingin meminta maaf di depan semua orang bahwa saya tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan apa yang sekarang sedang terjadi di negara ini," tambahnya.

Ini merupakan kemunculan pertama Yanukovych di hadapan publik sejak dirinya digulingkan oposisi pada pekan lalu.

Ia melarikan diri ke sebuah wilayah di Rusia yang terletak diperbatasan dengan Ukraina, setelah pemerintah Rusia menerima pengajuan suaka Yanukovych.

Yanukovych dilengserkan setelah parlemen Ukraina menyepakati resolusi yang menyebut dirinya bersalah atas kekerasan yang terjadi dalam krisis di negeri tersebut. Parlemen pun menuntut untuk menyeret Yanukovych ke Mahkamah Internasional akibat kejahatan serius tersebut.

Viktor Yanukovych dinilai pantas menjadi tersangka pembunuhan berencana. Ia disebut bertanggung jawab atas tewasnya 82 hingga 100 orang dalam bentrokan berdarah di Kiev, yang sebagian besarnya adalah pengunjuk rasa. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya