Berita

jusuf kalla/net

JK: Buku Agama Laris Ketika Krisis

SABTU, 01 MARET 2014 | 07:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) M Jusuf Kalla mengatakan buku-buku agama khususnya tentang Islam naik penjualannya ketika Indonesia berada pada masa-masa krisis. Menurutnya, dalam masa masa krisis, orang cenderung mengambil jalan alternatif.

"Kapan penjualan buku-buku islam, buku agama, itu naik? Yaitu ketika krisis," ujar JK dalam Pembukaan Islamic Book Fair di Istora Senayan Jakarta, Jumat, (28/2).

Mantan Presiden ini mengungkapkan bahwa masa-masa krisis menjadikan orang ingin mencari jalan alternatif untuk keluar dari masalah. Pertama ada yang memilih untuk mengalihkan fokusnya pada hal-hal yang seksi seperti politik dan ekonomi. Kedua, ada yang memilih untuk melirik dunia keagamaan.


"Makanya, selain buku agama, buku seksi-seksi juga naik penjualannya," ungkap Ketua Umum PMI.

Terlepas dari hal tersebut, JK mengatakan bahwa budaya membaca buku harus terus ditingkatkan. Sebab dengan membaca, sesorang akan menjadi berilmu. Kemudian, orang yang berilmu itu membuat dirinya mulia di hadapan Allah.

"Dengan buku kita punya ilmu pengetahuan, dengan ilmu pengetahuan kita mulia di hadapan Allah swt," pungkas JK dalam rilisnya.

Hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh diantaranya Wamen Kemenag RI Nasaruddin, Ketua BAZNAZ Didin Hafiduddin, Ustad Bachtiar Nasir, ketua Wahdah Islamiyah Zaidun Rasmin, Rektor Univ Paramadina Anies Baswedan, Ketua IKAPI Pusat Lusia Andamdewi dan tokoh Menteri Kebudayaan Malaysia Rais Yatim. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya