Berita

pramono di pasar atom

Politik

Pedagang Pasar Atom Siap Menangkan Pramono Edhie

Jamin Beri Rasa Aman
SABTU, 01 MARET 2014 | 07:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pedagang Pasar Atom Surabaya siap mendukung dan memenangkan Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo jadi presiden 2014.

Pernyataan itu datang saat mantan Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini melakukan blusukan dan dialog bersama pedagang di salah satu pasar legenda di Surabaya ini, kemarin (Jumat, 28/2).

Salah satu tokoh pedagang Pasar Atom Surabaya, Jos Soetomo mengatakan, bagi para pedagang, yang terpenting adalah komitmen pemimpin untuk membuat bangsa ini aman dalam berusaha.


"Dan saya yakin jika Bapak Pramono Edhie menang dalam konvensi dan menjadi presiden, upaya itu bisa diwujudkan," ungkapnya dalam keterangan yang diterima redaksi.

Dia melihat ada komitmen kuat yang ditunjukkan Pramono Edhie dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bagi warga negara. "Kita siap jadi relawan Pak Pramono Edhi," tegas Jos yang diamini puluhan para pedagang yang hadir. "Kita tidak ingin Indonesia seperti Thailand, dan negara lain yang tengah bergolak, dan yang bisa membuat aman dan tenteram adalah Pak Pramono Edhie," tegasnya.

Sementara itu Pramono Edhie dalam pernyataannya menyampaikan jika keamanan dan kenyamanan yang diberikan pemerintah kepada warganya sangat penting. Keamanan diakuinya menjadi hal penting.

"Orang tinggal dimana saja harus merasa aman, nyaman, tentram. Para pedagang yang berjualan di Pasar Atom ini harus aman buka atau tutup jam berapa saja. Saya jamin akan memberikan rasa aman bagi siapa saja apapun suku dan agamanya. Saya tidak segan-segan menghukum mereka yang melakukan pelanggaran," jelas Edhie.

Hal itu dia tegaskan mengingat para pedagang di Pasar Atom termasuk di pasar lainnya di Indonesia merupakan pahlawan ekonomi kerakyatan di Indonesia. "Yang terpenting ikut sertakan rakyat dan jangan dikuasai beberapa orang. Jadi pasar seperti ini harus dipertahankan dan diperbanyak, jangan hanya pasar yang besar-besar saja," ujar Edhie.

Dia juga mengaku sengaja menemui pedagang dan tokoh Tionghoa karena ingin mengajak mereka bersama membangun Indonesia. "Gus Dur sudah membuka, diberi ruang bahwa dulu tidak boleh ini dan itu. Tapi sekarang bicara bangsa Indonesia tidak boleh lihat suku dan rasnya. Inilah Indonesia," ujar dia.

Menurut Ipar Presiden SBY ini, banyak orang Tionghoa yang ada di Indonesia ternyata lebih Indonesia ketimbang orang dari etnis lainnya. Bahkan Pramono mengakui bahasa Jawanya saat ini kalah sebagian warga Tionghoa yang sudah lama menetap di Surabaya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya