Berita

pertemuan di Keidanren

Dunia

RI-Jepang Perkuat Kemitraan Menyongsong ASEAN 2015 dan Visi APEC 2020

JUMAT, 28 FEBRUARI 2014 | 16:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Hubungan kerjasama Republik Indonesia dengan Jepang selalu meningkat. Hal ini antara lain tercermin dari mampunya Indonesia untuk secara langsung memasok energi ke Jepang tanpa harus melalui perantara negara lain.

Demikian dikatakan Dubes RI untuk Jepang, Dr. Yusron Ihza Mahendra, LLM, saat bertemu dengan Ketua Keidanren, Mr. Hiromasa Yonekura, di Gedung Keidanren, Tokyo (Kamis, 27/2). Keidanren merupakan asosiasi kalangan usaha Jepang yang beranggotakan 1.300 perusahaan besar dan 121 asosiasi industri terkemuka Jepang. Lembaga ini memiliki pengaruh yang besar sebagai mitra Pemerintah Jepang dalam merumuskan kebijakan ekonomi negara ini.

Dubes Yusron menguraikan berbagai kemajuan ekonomi Indonesia paska krisis keuangan 1997, dan menggarisbawahi bahwa hubungan kerjasama kedua negara juga terus meningkat. Ia juga menekankan pentingnya kerjasama kedua negara di bidang infrastruktur tenaga listrik di Indonesia, termasuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik di Jawa Tengah.


Dubes Yusron menyampaikan komitmen Indonesia untuk dapat segera mewujudkan program strategis tersebut.

Kedua pihak juga membahas mulai menggeliat kembalinya perekonomian Jepang di bawah kebijakan ekonomi “Abenomics” dari Perdana Menteri Shinzo Abe. Mr. Yonekura menguraikan berbagai upaya Jepang dalam mendorong kerjasama ekonomi di tingkat regional dan global, antara lain dalam kerangka perundingan perdagangan bebas TPP (Trans Pacific Partnership) dan RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership).

"Indonesia dinilai memiliki peranan penting dalam kerjasama internasional, antara lain melalui Keketuaan Indonesia pada APEC tahun 2013," ujar Yusron.

Oleh karena itu, diharapkan dukungan Indonesia bagi penguatan kemitraan kedua negara dalam menyongsong Komunitas ASEAN 2015 dan visi APEC 2020. Jepang juga berkomitmen untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya khususnya di bidang pembangunan infrastruktur.

Pertemuan diakhiri dengan penegasan komitmen kedua pihak untuk saling mendukung dan bekerjasama erat guna terus meningkatkan hubungan baik kedua negara. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya