Berita

net

Politik

SB Kuda Hitam Cawapres Islam 2014

JUMAT, 28 FEBRUARI 2014 | 16:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Umum Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Soetrisno Bachir (SB) potensial menjadi calon wakil presiden dari tokoh Islam pada Pilpres 2014.

Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto berpendapat capres maupun partai politik yang mau meminang SB sebagai cawapres tidak akan rugi.

"SB punya jaringan kuat di Muhammadiyah dan NU," papar dia kepada redaksi (Jumat, 28/2).


Selain punya jaringan luas di komunitas Islam, kata SGY panggilan Sugiyanto, popularitas SB yang dikenal dengan slogan 'Hidup Adalah Perbuatan' tidak perlu diragukan. Bahkan sebagai mantan Ketua Umum PAN, SB masih disegani dan dihormati di kalangan akar rumput PAN.

Dia menila SB sangat pas dan mumpuni menempati posisi wapres.  Latar belakang dia sebagai pengusaha menjadi bahan untuk perbaikan perekonomian bangsa yang hingga kini masih bermasalah.

"SB pengusaha sukses. Orangnya tidak ambisius dan tidak mencari musuh politik," imbuh Sgy.

Partai politik, kata Sgy lagi, harusnya mengerti SB capres potensial. Pada pemilu 2009 SB pernah digadang jadi cawpresnya Prabowo Subianto.

Lebih lanjut dikatakan Sgy, kelompok muslim tidak berkecil hati karena masih ada figur yang bisa mewakili. SB adalah satu dari banyak figur perwakilan Islam yang potensial memimpin bangsa.
Dia menyarankan KBPII bisa menindaklanjuti potensi SB tersebut dengan melakukan komunikasi politik ke elit parpol maupun capres yang ada.
Karena itu, menurut dia, agenda Rakernas KBPII yang akan digelar mulai malam ini (Jumat, 28/2) di Jakarta, bisa menjadi momentum untuk mendorong sekaligus menjadikan KBPII mengambil posisi dan peran lebih pada Pemilu 2014 yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

"Banyak tokoh nasional yang juga kader KBPII, ada JK dan SB. KBPII harus menyumbangkan kader-kader terbaiknya untuk Negeri ini. Termasuk merekomendasikan Ketua Umumnya dan lader-kader lainnya," demikian Sgy.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya