Berita

ilustrasi/net

Orang Kedua dari Lima Mata-mata Kuba di AS Dibebaskan dari Penjara Arizona

JUMAT, 28 FEBRUARI 2014 | 10:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Satu orang agen intelejen Kuba yang tergabung dalam kelompok yang dijuluki "Cuban Five" dibebaskan dari penjara Arizona pada Kamis kemarin waktu setempat (27/2)

Juru bicara penjara Arizona Chris Burke, sebagaimana dilansir AFP (Jumat, 28/2), menyebut bahwa orang yang dibebaskan itu dalah Fernando Gozalez. Ia dibebaskan setelah menjani hukuman lebih dari 15 tahun dari masa hukuman 17 tahun sembilan bulan yang dikenakan kepada dirinya.

Setelah pembebasannya ia segera diserahkan kepada otoritas imigrasi Amerika Serikat untuk mengurusi proses deportasi. Namun karena alasan keamanan, pihak imigrasi menolak memberikan keterangan di mana ia berada saat ini dan kapan ia kembali ke Kuba.


Gonzalez dan keempat rekannya di tahan di penjara Arizona karena tuduhan penyusupan dan mata-mata. Ia dan keempat orang lainya ditangkap oleh otoritas Amerika Serikat pada September 1998 lalu karena disebut telah melakukan penyusupan ke Stasiun Udara Key West Naval dan ke kelompok pengasingan Kuba di Miami. Gonzalez dinyatakan bersalah dan dihukum pada 2001 karena tuduhan tidak terdaftar sebagai agen asing dan memiliki surat identitas palsu.

Kuba telah mengakui bahwa kelima orang tersebut adalah agennya. Kuba menyebut bahwa mereka hanya melakukan mata-mata di pengasingan. Kuba memuji kelima orang tersebut sebagai pahlawan nasional.

Salah satu dari Cuban Five tersebut ada yang dihukum karena disebut telah melakukan konspirasi untuk melakukan pembunuhan dengan memberikan informasi kepada pemerintah Kuba yang diduga menyebabkan dua pesawat milik kelompok pengasingan ditembak jatuh pada tahun 1996.

Gonzalez adalah orang kedua dari Cuban Five yang dibebaskan setelah pada Oktober 2011 lalu, rekannya Rene Gonzalez telah terlebih dahulu dibebaskan karena telah selesai menjalani masa hukuman. Sementara tiga orang lainnya dikenai hukuman penjara seumur hidup. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya