Berita

Coret Caleg Penyebar Pulsa di Sekolah!

KAMIS, 27 FEBRUARI 2014 | 22:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Badan Pengawas Pemilu diminta mencoret Caleg DPR RI dari PDIP yang terbukti membagikan voucher pulsa di sekolah-sekolah di Bogor. Politik uang dengan membagikan voucher pulsa tidak bisa ditolerir karena merusak pemilu bersih.

"Voucher Caleg jelas politik uang dan sanksinya menurut UU Pemilu adalah dicoret dari daftar caleg tetap. Untuk itu kami meminta Bawaslu tegas dan transparan demi terciptanya Pemiku bersih," tutur Rahmatullah.

Bersama puluhan mahasiswa lainnya yang tergabung dalam Gerakan Pemilu Bersih, Rahmatullah melakukan demontrasi di gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI di jalan MH Thamrin Jakarta (Kamis, 27/2).


Menurut dia, pembagian voucher pulsa bergambar Caleg DPR RI Dapil Jawa Barat V dari Partai PDIP Nomor urut 5, Indra P Simatupang yang dibagikan di sekolah berpotensi merusak generasi muda bangsa. Voucher tersebut ternyata dibagikan di SMU PGRI Plus Cibinong, Bogor.

"Ini tidak cuma merusak pemilu tapi sudah merusak masa depan bangsa," imbuhnya.

Rahmat menyesalkan meski Panwaslu Bogor telah menangani kasus ini sejak 1 bulan lalu tapi tidak kunjung ada keputusan. Untuk itu jika dalam waktu 3 x 24 jam Bawaslu tidak mengambil tindakan tegas terhadap Caleg dan Lembaga Survey yang terlibat dalam politik uang itu, Gerakan Pemilu Bersih akan mengadukannya ke DKPP dan menyerukan agar rakyat Indonesia melakukan boikot Pemilu 2014.

Gerakan Pemilu Bersih sendiri sedianya akan melakukan deklarasi Tolak Politik Uang dengan slogan 'Tolak Uangnya, Ungkap Pelakunya' bersama dengan sejumlah LSM di Taman Ismail Marzuki (TIM) besok.

Langkah ini menurut Rahmat adalah bagian dari kampanye anti politik uang dengan menekankan pada sanksi yang bisa menimbulkan efek jera pada pelakunya.

"Kalau Indra Simatupang dicoret saya yakin para pelaku politik uang lainnya pasti berfikir seribu kali untuk melakukan kecurangan dalam bentuk apapun di Pemilu 2014," pungkasnya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya