Berita

akil mochtar/net

Hukum

Eksepsi Akil Mochtar Tuding KPK Cari Sensasi

KAMIS, 27 FEBRUARI 2014 | 16:27 WIB | LAPORAN:

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terkejut dengan sejumlah sangkaan yang ditujukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepadanya dalam surat dakwaan.

"Begitu banyaknya tindak pidana yang disangkakan kepada saya dengan menggunakan dakwaan kumulatif dimulai dakwaan satu sampai keenam. Sementara dakwaan ketiga terdapat bentuk alternatif," kata Akil  dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (27/2).

Bahkan sejak proses penyidikan yang dilakukan terhadapnya, menurut Akil, sudah penuh kejutan. Terutama, saat penangkapan dirinya oleh penyidik KPK pada 2 Oktober 2013.


"Memang terasa mengejutkan. Sejak pertama saya disidik KPK selalu penuh dengan kejutan-kejutan. Sejak Oktober 2013 sampai saya ditetapkan sebgai tersangka, yang dilakukan penahanan pada 3 oktober 2013 saya tidak pernah diperilhatkan surat penangkapan. Namun kejutan datang dari pimpinan KPK yang mengatakan di media masaa, saya telah ditangkap tangan," ungkap Akil.

Menurut Akil, pernyataan itu tidak didasarkan fakta dan kejadiaan yang ada. Akil bersikukuh penangkapan terhadap dirinya tidak sesuai prosedur juga tidak memenuhi definisi tertangkap tangan.

"Sebagaimana keterangan saya dalam persidangan perkara Cairumnisa, Hambit Bintih dan Cornelis. Sebagaimana dalam pasal 1 angka 11 KUHAP, oleh penyidik KPK saya tidak pernah dinyatakan ditangkap melainkan mereka telah menyatakan menangkap Chairunnisa dan Cornelis Nalau, berada di luar rumah," terangnya.

Akil pun menceritakan, saat kejadian penggerebekan oleh penyidik KPK, posisi rumahnya dalam keadaan tertutup dan terkuci. Ia akui berada dalam rumah saat diberi tahu petugas jaga ada tamu.

"Kemudian saya membuka pintu dan keluar. Kemudian bertemu dengan penyidik KPK yang menyatakan penyidik telah menangkap Chairun Nisa dan Cornelis Nalau. Meminta saya menyaksikan penggeledahan keduanya," jelasnya.

Ia yang saat itu dimintai keterangan di KPK, malah langsung dijebloskan ke dalam jeruji besi Rutan KPK.

"Sesaat kemudian, mereka meminta saya untuk ikut guna memberi keterangan di kantor KPK sehubungan dengan peristiwa itu. Namun, ternyata sejak itu saya tidak pernah meninggalkan KPK karena kemudian saya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan tanpa pernah ditunjukkan surat penahann terhadap saya," tuturnya lagi.

Belakangan keluar dua sprindik dengan perkara dugaan suap sengketa Pilkada Gunung Mas dan sengketa Pilkada Lebak, Banten. Dalam sprindik itu, ia disangkakan pasal 12 huruf c subsidair paasal 6 ayat 2 UU 31/2009. Akil mengaku kecewa setelah disangkakan perkara tersebut berlanjut dijerat sangkaan lainnya. Salah satunya, sangkaan tindak pidana pencucian uang.

"Hal ini membuktikan KPK melakukan kesalahan-kesalahn memegang monopoli kebenaran sebagaimana selama ini didengung-dengungkan," tekannya.

Akil merasa KPK hanya mencari sensasi saat menyidik kasus yang disangkakan kepada dirinya. Akil juga merasa keberatan dengan statemen pihak KPK yang mengatakan bahwa dirinya sudah tertangkap tangan menerima suap. Pernyataan KPK, kata Akil, tidak didasarkan pada fakta dan kejadiaan, Akil mengklaim tidak pernah dinyatakan ditangkap, tapi penyidik hanya menangkap Chairun Nisa dan Cornelis Nalau yang saat itu masih ada di luar rumah dinasnya.[wid]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka, Begini Caranya

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:59

Sesat Pikir Program MBG

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:45

Demi Lunasi Utang Pinjol, Seorang Wanita Hampir Disetubuhi Debt Collector

Kamis, 23 Juli 2026 | 05:18

Cinta dan Benci Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:59

Saatnya Generasi Milenial Tampil Tentukan Nasib Bangsa di Pemilu 2029

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:40

Sumpah Sudaryono dan Donny

Kamis, 23 Juli 2026 | 04:20

49 Startup Binaan IPB University Didorong jadi Produk Unggulan Nasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:50

Prabowo-Anies Flagships

Kamis, 23 Juli 2026 | 03:25

TelkomGroup Perkuat Peran Penggiat Budaya Lewat CAMG 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:59

Negara OKI Didesak Bantu Iran Hadapi Agresi AS dan Israel

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:45

Selengkapnya