Berita

Istana: Belum Ada Putusan Apapun Soal FCTC

RABU, 26 FEBRUARI 2014 | 22:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum menandatangani ratifikasi draft Framework Convention of Tobaco Control (FCTC). Bahkan, sampai saat ini belum ada perkembangan pembahasan yang spesifik menyangkut isu tersebut.

"Belum ada informasi yang bisa kami sampaikan, sampai sekarang belum ada pembahasan spesifik," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Firmanzah menyampaikan hal tersebut di Jakarta (Rabu, 26/2).  

Dia mengatakan soal persetujuan presiden terhadap ratifikasi masih sebatas isu. Kalaupun Presiden sudah membuat keputusan, kata Firmanzah, pasti akan diungkapkan secara terbuka kepada publik.


"Lihat saja, setiap keputusan presiden pasti akan diumumkan di situs Setkab.go.id. Saya pastikan sampai saat ini belum ada keputusan resmi dalam bentuk Keppres atau Perpres terkait hal tersebut," sambung Firmanzah.

Penegasan Firmasnzah ini membantah keterangan Menteri Kesehatan Nafisah Mboi. Kemarin dia menyatakan Presiden SBY telah setuju untuk meratifikasi FCTC. "Presiden sudah setuju, kini ratifikasi sedang dalam proses," kata Nafsiah, seperti disiarkan sebuah media online.

Menurutnya telah ada kesepahaman diantara para menteri mengenai pentingnya Indonesia meratifikasi FCTC. Pemerintah hanya tinggal memformulasikan beberapa kebijakan teknis yang akan diimplementasikan setelah ratifikasi. Dia menyatakan sejak awal Presiden SBY telah mendukung ratifikasi konvensi pengontorlan tembakau ini dan membantah ada lobi-lobi dari pihak industri rokok agar Presiden menolak ratifikasi tersebut.

Ratifikasi konvensi ini telah menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Pengusaha tembakau dalam negeri dan aosisasi petani tembakau menolak konvensi tersebut. Indonesia ialah satu dari dua negara di Asia yang belum meratifikasinya.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya