Berita

rizal ramli/rmol

Politik

PILPRES 2014

Sangat Mungkin Capres Demokrat Cuma Penari Latar

RABU, 26 FEBRUARI 2014 | 15:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Elektabilitas Partai Demokrat terus anjlok. Berbagai lembaga survei menyebut partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu sulit kembali jadi pemenang pemilu. Bahkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dirilis awal Februari 2014 lalu menyebut elektabilitas partai penguasa itu anjlok hingga 4 persen.

"Sangat mungkin elektabilitas Demokrat akan turun lagi," kata tokoh oposisi nasional, DR. Rizal Ramli, saat berbincang dengan redaksi belum lama ini.

Menurut dia, elektabilitas Demokrat akan terus anjlok seiring pemberitaan persidangan kasus Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng yang segera dilaksanakan. Tak hanya itu, keterpurukan elektabilitas Demokrat juga disumbang oleh pemberitaan proses penyidikan keterlibatan Sutan Bhatoegana dan kader Demokrat lainnya dalam kasus suap menyuap migas.


"Dari 11 partai peserta pemilu 2014, tiga atau empat partai tidak akan lolos treashold. Demokrat salah satu yang terancam. Demokrat tidak akan lolos presiden treashold sehingga tidak bisa mencalonkan pasangan capres/cawapres," papar Menteri Koordinator Perekonomian era Abdurrahman Wahid itu.

Di sisi lain, konvensi untuk menseleksi capres yang dilakukan Demokrat telah gagal mendongkrak citra partai. Elektabilitas Demokrat yang terus terjun bebas dan kegagalan konvensi, kata Rizal Ramli, akan membuat siapapun capres terpilih konvensi tidak akan ada apa-apanya.

"Bisa jadi peserta konvensi Capres Demokrat hanya jadi penari latar, seperti disebut banyak pengamat," demikian peserta Konvensi Capres Rakyat yang disapa RR1 itu.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya