Berita

Raja Yordania-Presiden SBY/net

Raja Yordania Beri Perhatian Khusus Terhadap TKI

RABU, 26 FEBRUARI 2014 | 14:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Raja Yordania Abdullah Ibn Al Hussein berjanji akan memberikan perhatian khusus terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negaranya. Misalnya dalam masalah kekonsuleran dan persoalan dengan pihak sponsor.

"Tadi secara khusus Raja Abdullah menyampaikan komitmen pemerintah Yordania untuk memberikan atensi sebaik-baiknya atas permasalahan yang dihadapi TKI di Yordania," kata Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, usai mendampingi Presiden SBY dalam pembicaraan bilateral dengan Raja Yordania Abdullah II, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (26/2).

Saat ini, ujar Faizasyah, terdapat sekitar 40 ribu orang Indonesia, baik TKI maupun pelajar dan mahasiswa, dengan segala permasalahannya di Yordania. Dalam pertemuan bilateral tadi, Presiden SBY mengharapkan atensi pemerintah Yordania dalam hal-hal yang terkait masalah kekonsuleran.


Pemerintah Indonesia menggarisbawahi adanya keperluan untuk keterukuran, baik dari pihak pengirim TKI maupun sponsor mereka di Yordania. "Namun, secara prinsip, Raja Yordania menggarisbawahi komitmen pribadinya bahwa ini adalah masalah yang akan diberikan atensi secara khusus," Faizasyah menambahkan.

Pertemuan bilateral juga membahas peningkatan kerja sama dan kemitraan bidang perdagangan dan investasi. Tadi disepakati kerja sama investasi bidang petrokimia. "Kita mencatat bahwa sudah dijalin kesepakatan dalam bidang investasi antara pihak Yordania dan Indonesia di bidang petrokimia hari ini," Faizasyah menjelaskan.

Kesepakatan tersebut, lanjut Faizasyah seperti diberitakan situs resmi presidenri.go.id, menunjukkan bahwa sebenarnya faktor jarak tidaklah menjadi kendala bagi Indonesia dan Yordania dalam membangun kerja sama. Yordania sendiri merupakan salah satu negara Timur Tengah yang menjadi tempat tujuan wisata yang cukup menonjol bagi Indonesia.

RI-Yordania juga sepakat mengembangkan kerja sama pendidikan dan pertahanan, terutama dalam transfer teknologi pertahanan. "Akan ada delegasi yang datang setelah sebelum itu, mereka akan menyampaikan semacam concept paper kerja sama pertahanan yang bisa dikembangkan," ujar Faizasyah.

Adapun hal lainnya yang disingung antara lain kerja sama bidang intelijen. Indonesia menilai Yordania sebagai salah satu negara kunci di Timur Tengah punya kelebihan dalam memahami perkembangan isu-isu politik dan keamanan di wilayahnya. Mengenai isu kawasan, secara mendalam dibahas pula mengenai perkembangan di Suriah. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya