Berita

eskavasi gunung padang

Politik

Adhie Massardi: Bukit Saja Rugikan Negara Triliunan Rupiah, Bagaimana Gunung?

RABU, 26 FEBRUARI 2014 | 12:39 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ada maksud lain yang disembunyikan di balik kedatangan rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke situs wisata sejarah Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, kemarin (Selasa, 25/2).

"Benarkah Yudhoyono memiliki kepedulian luar biasa terhadap sejarah bangsanya, dan ingin agar rakyat Indonesia mempunyai ikon baru yang membanggakan selain Candi Borobudur?" ucap Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi, kepada wartawan, Rabu (26/2).
 
Adhie Massardi menyindir Andi Arief selaku staf khusus Presiden Yudhoyono yang tidak memiliki latar belakang kesejarahan megalitikum, tetapi dipercaya memfasilitasi Tim Terpadu Penelitian Mandiri Gunung Padang ini.


"Entah sudah berapa belas miliar rupiah, mungkin saja ratusan miliar, uang dipakai untuk semua itu. Tidak ada yang berani mengaudit," kata Adhie.
 
Dia yakin, dalam tempo yang tidak terlalu lama akan banyak sekali uang negara digunakan di Gunung Padang. Hal itu terkonfirmasi dari pernyataan Presiden SBY, kemarin. Penegasan presiden cukup ampuh untuk menggedor Kementerian Keuangan agar lekas menggelontorkan uang negara dengan alasan mendesak.
 
"Pertanyaannya, percayakah Anda bahwa uang rakyat itu tidak akan dikorupsi? Dan percayakah Anda bahwa uang rakyat yang digelontorkan di tahun politik tidak dipakai untuk sebesar-besarnya kepentingan politik?
 
Adhie Massardi mengaku curiga proyek Gunung Padang akan dijadikan lahan korupsi baru, seperti proyek kawasan olahraga terpadu Bukit Hambalang. Tapi, kasus Gunung Padang ini berselimut modus baru, yaitu penelitian.

"Kalau bukit saja bisa merugikan keuangan negara triliunan rupiah, bagaimana pula yang gunung?" selorohnya.

Agar kemungkinan buruk itu tidak terjadi, Adhie tegaskan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) harus waspada.  [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya