Berita

Gara-gara Marzuki Alie Rapat Konsultasi Diwarnai Aksi Walk Out

SELASA, 25 FEBRUARI 2014 | 21:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rapat konsultasi antara segelintir warga, pengelola dan pengurus Perhimpunan Rumah Susun (PPRS) ITC Roxy, Mangga Dua dan Graha Cempaka Mas (GCM) ilegal di DPR diwarnai aksi walk out.

Aksi walk out dalam rapat yang berlangsung siang hingga sore tadi (Selasa, 25/2), dilakukan warga bersama pengurus PPRS dari ketiga rusun yang sah dan diakui pemerintah. Pemicunya karena Ketua DPR Marzuki Alie dianggap tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjawab tuduhan bertubi-tubi yang dilontarkan pihak PPRS ilegal.

Rapat yang digelar Ruang Paripurna Gedung Nusantara II tersebut dihadiri utusan Kementerian Perumahan Rakyat, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Direktorat Jenderal Pajak, REI, Polri, Pemprov DKI, PLN, dan PDAM Jaya. Dari PPRS ilegal yang datang dalam rapat antara lain Palmer Situmorang, advokat yang belakangan menjadi tim kuasa hukum presiden dan keluarga SBY.


Pertemuan semula membahas seputar konflik yang terjadi di ketiga rusun terkait kenaikan tarif listrik dan air, service charge dan penarikan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen oleh pengelola (PT Duta Pertiwi) kepada penghuni.

Aksi walk out berlangsung saat Marzuki meminta agar digelar rapat pemilihan pengurus PPRS baru di tiga lokasi yang dimediasi oleh Pemprov DKI dan Kementerian Perumahan Rakyat. Padahal, Erwin Kallo sudah mengingatkan agar sidang menghormati proses hukum di pengadilan.

Pengurus PPRS yang sah dan pengelola rukan/rusun juga kecewa karena selama pertemuan hanya diseberi sedikit kesempatan berbicara. Hal itu dikemukakan penasihat hukum PT Duta Pertiwi, Hokli Lingga.

"’Ini tidak fair, pertemuan sangat timpang. Kami tidak diberi kesempatan untuk berbicara dan menjelaskan apa yang mereka tuduhkan," ujarnya.[dem] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya