Untuk ketiga kalinya, Indonesia menggelar pembicaraan tingkat tinggi (high level) dengan Rusia terkait masalah ekonomi, perdagangan dan kerja sama teknis melalui Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-9 Indonesia-Rusia.
"SKB ke-9 ini membahas permasalahan yang menyangkut ekonomi, perdagangan kerja sama teknis," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam konferensi pers yang digelar bersama dengan Deputi Perdana Menteri Rusia Dmitry O. Rogozin di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (25/2).
Dalam SKB ke-9 tersebut Indonesia dan Rusia sepakat untuk membentuk lima kelompok kerja atau working grup.
"Legal bisnis atau hukum, perdagangan, investasi dan industri, kebudayaan dan pertukaran wisatawan, energi termasuk dalam bidang gas, minyak dan energi terbarukan, dan transportasi serta infrastruktur," papar Hatta.
Lebih lanjut Hatta menjelaskan bahwa tahun ini implementasi kerja sama kedua negara melalui dua investasi besar.
"Pertama, kereta api di Kalimantan Timur untuk menghubungan pusat-pusat mineral dan komoditi dengan nilai investasi 2-3 miliar dolar AS," jelas Hatta.
"Kedua adalah pembangunan smelter dengan nilai investasi berkisar 3 miliar dolar AS," lanjutnya.
Hatta menyebut bahwa sejumlah hal terkait pembangunan investasi tersebut saat ini telah berjalan baik.
[wid]