Berita

Dubes Retno LP Marsudi

LAPORAN DARI LEEUWARDEN

Dubes Retno: Hubungan Indonesia-Belanda pada Titik Terbaik

SENIN, 24 FEBRUARI 2014 | 19:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Hubungan Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda sedang berada pada titik terbaik. Hal ini antara lain dapat dilihat dari kunjungan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, ke Indonesia, pada November 2013 lalu.

Pemerintah Indonesia dan Belanda pun telah menyepakati perjanjian kerjasama yang diyakini dapat memperkuat hubungan kedua negara.

Hal itu disampaikan Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, Retno LP Marsudi ketika berbicara dengan sekitar 40 mahasiswa Indonesia dan WNI di Perpustakaan Kota Leeuwarden, Belanda (Minggu, 23/4).


Dalam keterangannya, Ketua Divisi Informasi dan Komunikasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda, Hariadi Aji, menjelaskan bahwa kunjungan Dubes Retno itu merupakan bagian dari kegiatan PPI Belanda dan para pelajar Indonesia di kota Leeuwarden yang bertajuk Lingkar Inspirasi.

Dalam kunjungan itu, Dubes Retno didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan RIBambang Hari Wibisono.

Menurut Dubes Retno, Indonesia dan Belanda telah menyepakati comprehensive partnership yang mencakup 5+6 bidang. Lima bidang utama yaitu mencakup perdagangan investasi, infrastruktur dan logistik, pengelolaan sumber daya air, ketahanan pangan, pendidikan. Sedangkan plus enam mencakup pariwisata, kesehatan, industri, energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kerjasama trilateral dalam konteks kerjasama pembangunan bersama negara lain.

Perjanjian ini adalah bentuk kerja sama yang sangat dalam dan sangat serius, yang merupakan wujud dari rasa percaya antara kedua negara.

Diakui, di masa lalu, hubungan Indonesia dan Belanda seperti hubungan antara "donor dan resipien”. Namun kini, Indonesia telah menjelma menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi cukup stabil. Dengan demikian, hubungan kerjasama Indonesia dan Belanda telah bergerak menjadi hubungan trilateral yang berpotensi membantu negara lain yang membutuhkan. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya