Hubungan Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda sedang berada pada titik terbaik. Hal ini antara lain dapat dilihat dari kunjungan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, ke Indonesia, pada November 2013 lalu.
Pemerintah Indonesia dan Belanda pun telah menyepakati perjanjian kerjasama yang diyakini dapat memperkuat hubungan kedua negara.
Hal itu disampaikan Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, Retno LP Marsudi ketika berbicara dengan sekitar 40 mahasiswa Indonesia dan WNI di Perpustakaan Kota Leeuwarden, Belanda (Minggu, 23/4).
Dalam keterangannya, Ketua Divisi Informasi dan Komunikasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda, Hariadi Aji, menjelaskan bahwa kunjungan Dubes Retno itu merupakan bagian dari kegiatan PPI Belanda dan para pelajar Indonesia di kota Leeuwarden yang bertajuk Lingkar Inspirasi.
Dalam kunjungan itu, Dubes Retno didampingi Atase Pendidikan dan Kebudayaan RIBambang Hari Wibisono.
Menurut Dubes Retno, Indonesia dan Belanda telah menyepakati
comprehensive partnership yang mencakup 5+6 bidang. Lima bidang utama yaitu mencakup perdagangan investasi, infrastruktur dan logistik, pengelolaan sumber daya air, ketahanan pangan, pendidikan. Sedangkan plus enam mencakup pariwisata, kesehatan, industri, energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kerjasama trilateral dalam konteks kerjasama pembangunan bersama negara lain.
Perjanjian ini adalah bentuk kerja sama yang sangat dalam dan sangat serius, yang merupakan wujud dari rasa percaya antara kedua negara.
Diakui, di masa lalu, hubungan Indonesia dan Belanda seperti hubungan antara "donor dan resipienâ€. Namun kini, Indonesia telah menjelma menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi cukup stabil. Dengan demikian, hubungan kerjasama Indonesia dan Belanda telah bergerak menjadi hubungan trilateral yang berpotensi membantu negara lain yang membutuhkan.
[dem]