Berita

Duduk 11 Jam Sehari Picu Kematian Dini

SENIN, 24 FEBRUARI 2014 | 17:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Orang yang melakukan pekerjaan dengan duduk 11 jam per hari memiliki risiko 40 persen lebih besar untuk meninggal dalam jangka waktu tiga tahun ke depan di banding orang yang duduk selama empat jam sehari.

Hal tersebut terungkap dalam studi terbaru yang dilakukan Institut Sax Australia. Dalam studi disebutkan bahwa sedentary lifestyle atau gaya hidup dengan melakukan pekerjaan yang menuntut tubuh untuk tidak berpindah-pindah atau duduk, memiliki kaitan dengan penyakit hati, diabetes, dan kanker tertentu. Gaya hidup dengan duduk berkepanjangan berpengaruh pada tubuh manusia, fisiologis, dan metabolik yang telah dikenal dengan istilah penyakit duduk atau "sitting disease".

"Sitting disease' adalah deskripsi dari sedentary lifestyle yang telah dibuat menjadi frasa yang diciptakan ketika komunitas medis mulai mengasosiasikan peningkatan dalam kesehatan kardiovaskular (sistem peredaran darah) dengan ketidakaktifan (gerak), umumnya dengan duduk," kata physiatrist atau pakar saraf, otot, dan tulang dari rumah Sakit operasi khusus di New York, Dr. Alice Chen.


"Melampaui implikasi kardiovaskular, sedentary lifestyle mempengaruhi pasien dan memicu sakit leher serta punggung karena terhentinya pertumbuhan atau keterbelakangan otot inti perut dan gluteal," jelasnya.

Oleh karena itu, jelas Dr. Chen, untuk mengimbangi kebiasaan duduk tersebut, ia menyarankan agar sering berjalan untuk membuat tubuh bergerak sekalipun di tempat kerja.

"Saya mendorong pasien-pasien saya untuk bangkit dari bangkunya sejam sekali. Bangkit untuk bertanya kepada rekan kerja. Bangkit untuk pergi ke pendingin air atau untuk menapaki tangga bila memungkinkan," kata Chen.

Namun jika jam kerja tidak memungkinkan untuk membuat anda bangkit dari kursi dan bergerak, maka sejumlah produk seperti meja kerja berdiri dan kursi stabilitas (kursi dengan dudukan bola angin) bisa membantu otot anda untuk tetap bergerak sekalipun sambil melakukan pekerjaan. [dem]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya