Berita

Publika

Tua dan Muda No Problem, Asal Efek Nyata untuk Rakyat

SENIN, 24 FEBRUARI 2014 | 11:41 WIB

BANYAK kalangan mulai memperkenalkan atau menebar dukungan ke beberapa sosok yang akan menjadi jagoannya dalam kontes akbar pemilihan presiden Indonesia lima tahun ke depan. Dari beberapa sosok yang sudah dikenalkan kepada publik, tentunya berasal dari banyak kalangan, ada yang berasal dari kalangan tua dan nada juga mewakili golongan muda. Tentunya untuk menentukan tokoh yang pas menjadi penerus kepemimpinan dari negara ini tidak terbatas atas dasar tua dan muda saja.

Tua dan muda boleh turut andil dalam berpartisipasi menjadi calon pemimpin Negara ini tapi harus juga dilihat kapasitas dan kapabilitas tokoh tersebut. Sebab, Indonesia ke depan akan banyak ditantang oleh masalah yang kompleks baik dari dalam negeri maupun yang timbul dari luar dan ini akan butuh kerja ekstra pemimpin saat itu. Kita bias sadari bahwa opini yang berkembang saat ini tentang pemerintah yang sedang berkuasa dan akan menemui masa akhirnya sesaat lagi dianggap belum bias membawa negara ini menuju garis perbaikan. Oleh karena itu untuk menentukan tokoh yang akan meneruskan roda kepemimpinan ini, kita tidak bias mencoba-coba dan akhirnya hanya akan terus membuat bangsa ini mengalami kerugian dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Meskipun dalam sebuah media terdapat hasil dari peneliti bahwa keikutsertaan pemilih dalam pemilu nanti akan meningkat jika ada capres muda yang ikut berkompetisi, sebaliknya partisipasi akan menurun jika banyak dari capres adalah golongan tua. Dapat dibenarkan hasi dari penelitian ini tapi kembali lagi harus diingat bahwa menentukan capres jangan terjebak oleh figure tua atau muda saja. Negara ini butuh seorang pemimpin yang memang punya jiwa tahan banting terhadap tantangan bangsa ini kedepannya. Layaknya seperti gatot kaca, dia harus kuat dan mempunyai jiwa patriotisme yang tinggi dan nantinya akan jadi bekal utamanya untuk membenahi bangsa ini lebih baik lagi.


Sulit memang saat ini memilih figur yang tegas dan berjuang untuk rakyat karena kontes popularitas semata yang lebih dikedepankan tanpa melihat proses perbaikan jangka panjang. Pencitraan politik akan terus dilakukan dalam menyambut datangnya kontes akbar tersebut, maka sebaiknya terlepas dari kalangan tua ataupun muda, kita harus lebih jeli kembali untuk menentukan siapa yang akan kita berikan hak suara kita dalam pemilu nanti karena bukan hanya butuh kepopularitasan tokoh tapi juga butuh sosok yang lebih mengedepankan kebijakan berimbas realisasi program dalam bentuk nyata. Dan ini artinya merakyat tidak harus datang dan memeluk rakyat tapi cukup memberi hasil nyata dari program yang bertujuan memperbaiki nasib rakyat.

 
Piccesius Yunki Pradana
Mandosi Permai blok I no 20
Jatiasih Bekasi
08960173xxxx 


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya