Berita

Mensos: Butuh Akses Berdayakan Kelompok Marjinal

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 | 22:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengentasan kemiskinan merupakan pekerjaan lintas sektor dan lintas negara. Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng para donatur dari Negara Teluk, Kuwait. Keterlibatan negara Kuwait dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia diwujudkan melalui kegiatan bedah kampung bagi rumah tidak layak huni (RTLH).

"Para donatur membantu program bedah rumah sebagai bentuk solidaritas sosial, sehingga ada keberpihakan dari warga mampu kepada warga tidak mampu untuk peduli dan berbagi," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri didampingi para donatur dari Negara Kuwait saat Peresmian Bedah Rumah Tidak Layak Huni dan Masjid di Desa Wangunharja Lembang, Kecamatan Bandung Barat, Jawa Barat (Minggu, 23/2).

Para donatur juga membangun fasilitas ibadah berupa masjid dan tanah pemakaman seluas 800 meter persegi. Tentu saja hal tersebut, sebagai langkah nyata untuk langkah pemberdayaan dan pengembangan warga miskin dalam memenuhi kebutuhan serta akses agar bisa membantu percepatan penurunan angka kemiskinan.


"Selama ini warga miskin memiliki keterbatasan dalam banyak hal. Salah satunya rumah layak huni dan lahan pemakaman," papar Mensos seperti diinformasikan Humas Kementerian Sosial RI.

Proses bedah rumah sebanyak 96 unit dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama dibangun sebanyak 70 unit dan sisanya 26 rumah. Tampilan dan konstruksi rumah cukup memuaskan dan pantas diacungi jempol. Rumah terlihat kokoh, ada unsur arsitektur, konstruksi bagus, dan terdapat ventilasi udara.

"Kemensos berkomitmen untuk menjadikan model bedah kampung sebagai alat masuk dalam upaya dan strategi pemberdayaan kelompok marjinal," pungkasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya