Berita

foto;net

Dunia

Kelompok Bersenjata Tembaki Demonstran Anti Pemerintah Thailand

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 | 20:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sedikitnya dua orang tewas dan 41 orang lainnya mengalami luka-luka setelah sekelompok orang bersenjata menyerang sebuah demonstrasi anti-pemerintah di Thailand pada Sabtu (22/2) malam.

Demikian disampaikan pihak berwenang Thailand dalam keterangan tertulis sebagaimana dilansir Voanews (Minggu, 23/2).

Disebutkan bahwa saat insiden itu terjadi, sebanyak 500 pendukung kelompok oposisi sedang berkumpul di Propinsi Trat, yang terletak 300 km sebelah timur Ibukota Bangkok. Sekelompok orang bersenjata kemudian datang dengan mengendarai dua buah mobil pick up dan melemparkan sedikitnya dua buah bom serta menembaki para demonstran itu.
        

        
"Sebagian korban mengalami cedera berat dan jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat," ujar pihak kepolisian setempat dalam keterangan tersebut.

Serangan ini merupakan insiden terbaru dalam rangkaian kekerasan yang telah menewaskan sedikitnya 17 orang sejak bulan November.
       
Thailand mengalami krisis sejak akhir tahun lalu, setelah kelompok oposisi menuduh pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra korupsi dan hanya pemerintahan bayangan yang dikuasai oleh kakak Yingluck, bekas PM Thaksin Shinawatra yang saat ini menetap di luar negeri. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya