Berita

foto: net

Bola Bagus

Brazil Lega FIFA Masukkan Stadion Curitiba ke Piala Dunia 2014

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 | 17:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Brazil merasa lega setelah Asosiasi Federasi Sepakbola Internasional (FIFA), pada minggu (23/2), menyetujui penundaan batas waktu penyelesaian konstruksi Stadion Arena da Baixada di Curitiba. Padahal pada bulan lalu, FIFA mengancam akan menyingkirkan Curitiba dari Piala Dunia 2014 karena gagal memenuhi serangkaian tenggat waktu kontruksi.

FIFA setuju tetap memasukkan stadion yang baru akan masuk tahap penyelesaian pada pertengahan Mei, atau tepat sebulan sebelum dimulainya turnamen sepakbola terpenting di dunia, dalam daftar stadion di Piala Dunia Brazil. Saat ini, hampir 1.400 orang bekerja sepanjang hari untuk menyelesaikan stadion ini tepat pada waktunya.

Teknisi listrik Francisco Santos mengatakan bahwa ultimatum FIFA talah menyadarkan pihak penyelenggara Brazil untuk segera merampungkan stadion berkapasitas 41 ribu orang itu.


"Mereka terbuka matanya dan mempekerjakan cukup orang.  Sekarang pekerjaan ini akan berhasil,” ujarnya sebagaimana dikutip Voanews (Minggu, 23/2).

Wakil Menteri Olahraga Brazil, Luis Fernandes, mengaku tidak dapat membayangkan kerugian yang akan diderita ngeri peraih lima kali juara dunia itu andai Curitiba kehilangan status sebagai salah satu tempat penyelengaraan Piala Dunia.  

"Ini adalah sebuah kemenangan, dalam tanda kutip. Kemenangan karena kami berhasil mengubah situasi yang mengarah pada penghapusan Curitiba sebagai tempat penyelenggaraan. Dan sangat penting bahwa Piala Dunia tetap diselenggarakan di 12 kota Brazil," ujarnya

Karena selain kegembiraan menyaksikan kompetisi, hal ini juga akan menciptakan potensi pembangunan dan ekonomi ke 12 pusat kawasan itu. Sehingga dari aspek ini, ya, ini adalah sebuah kemenangan,” tandas Fernandes. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya