Berita

cak ali/rmol

Politik

Cak Ali Capres Alternatif Islam Moderat

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 | 15:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa menjadi salah satu calon presiden alternatif yang layak diusung oleh koalisi partai Islam. Hasil survei Political Communication (Polcomm) Institute menyebutkan tingkat keterpilihan Cak Ali, demikian ia disapa, sebesar 10,4%, berada di urutan kedua di bawah Din Syamsuddin (12,7%).

Direktur Polcomm Institute Heri Budianto mengatakan sosok Cak Ali cukup wajar menempati urutan kedua karena popularitasnya yang memang sedang menanjak karena proses politik yang dijalaninya.

"Selain itu, responden menganggap Ali Masykur adalah tokoh muda NU yang memiliki visi kebangsaan. Mampu menggabungkan tradisionalisme dan kemampuan teknokrasi untuk mengatasi masalah kenegaraan," ujar Heri kepada wartawan di Jakarta (Minggu, 23/2).


Menurut Heri, di tengah banyaknya tokoh-tokoh yang bermunculan, Cak Ali yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana NU itu layak menjadi salah satu capres alternatif yang diusung oleh partai Islam.

"Di tengah gemerlapnya para calon presiden yang direncanakan akan diusung partai Islam, ternyata publik masih menyisakan ruang untuk munculnya tokoh alternatif. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, tak terkecuali Ali Masykur Musa," terangnya.

Polcomm Institute melakukan survei ini untuk memotret persepsi publik tentang kemungkinan adanya Poros Tengah jilid II sekaligus mengukur siapa saja calon yang pantas untuk diusung. Survey dilakukan pada 15 Januari-15 Februari di 29 provinsi dengan wawancara langsung 1200 responden. Diperkirakan margin of error +/- 3,1% pada tingkat kepercayaan 96,9%.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya