Berita

sby/net

Tiba di Yogyakarta, Agenda SBY Belum Jelas

MINGGU, 23 FEBRUARI 2014 | 12:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono tiba di Pangkalan TNI AU Adisutjpto, Yogyakarta, pukul 10.25 WIB,  Minggu (23/2).

SBY dan rombongan disambut Gubernur Sultan Hamengkubuwono X dan GKR Hemas di kaki tangga pesawat khusus kepresidenan Boeing 747-800 milik Garuda. Presiden langsung menuju Gedung Agung, Istana Kepresidenan RI, di kawasan Malioboro.

Kunjungan Presiden dan Ibu Ani di Yogyakarta kali ini terhitung singkat, karena sore nanti diagendakan kembali ke Jakarta.


Belum diketahui pasti dalam rangka apa Kepala Negara ke Yogyakarta. Sebelumnya Marketing Kebun Raya Kebun Binatang (KRKB) Gembira Loka Yogyakarta, Josep Kurniawan mengatakan, meski belum dapat memastikan, rencananya SBY dan rombongan akan meninjau KRKB sambil rekreasi.

Sementara Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Sabrar Fadhilah menampik kabar kunjungan SBY ke KRKB. Melainkan, Presiden hanya menggelar rapat internal di Gedung Agung pada Minggu (23/2), kemudian langsung bertolak ke Jakarta sorenya.

"Nggak ada acara rekreasi SBY ke Gembira Loka. Tapi tetap kami antisipasi kalau sewaktu-waktu beliau datang ke sana (ke KRKB)," ungkapnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua II Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DIY Putut Wiryawan mengatakan, kehadiran SBY ke Yogyakarta juga untuk menghadiri acara rapat internal Partai Demokrat Jateng-DIY di GOR Amongrogo. Namun ia mengaku, belum dapat informasi yang pasti.

Sebelumnya seperti diberitakan situs resmi presidenri.go.id, sejak Minggu lalu (16/2) SBY dan Ibu Ani telah memulai kunjungan kerja ke Jawa Timur untuk melihat langsung dampak letusan Gunung Kelud. Kemudian Rabu (19/2) ke Sulawesi Selatan dalam rangka safari ke beberapa kabupeten dan kota di Sulsel. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya